KUDUS (SUARABARU.ID) – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Kudus untuk pertama kalinya melaksanakan perkaderan khusus yaitu pelatihan instruktur dasar tingkat nasional. Kegiatan yang berlangsung tanggal 9-13 juli 2025 itu diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU).
Ketua umum PC IMM Kudus Agus Jayanto, S.Pd menyampaikan perkaderan didalam organisasi itu tidak boleh berhenti. “Jika perkaderan berhenti maka selesailah organisasi,” ujarnya
Dalam perkaderan di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) salah satu elemen yang terpenting adalah instruktur. “Karena instruktur lah yang membina, mendidik dan membimbing selama proses perkaderan berlangsung semoga lewat pelatihan instruktur dasar ini lahir instruktur handal dan mumpuni untuk menunjang keberlangsungan ikatan,” pungkasnya.
Bupati Kudus Dr. Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa pelatihan instruktur yang dilaksanakan oleh PC IMM Kudus adalah pelatihan yang bagus untuk anak-anak muda di zaman sekarang. “Disinilah teman-teman semua bisa merawat jaringan, menjalin ukhuwah dan berproses lewat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,” ungkapnya Ia berharap dari pelatihan tersebut akan melahirkan instruktur yang handal dan mumpuni, tambahnya
Sementara Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus Edy Susanto menyampaikan bahwa kader adalah seseorang yang siap berjuang menghidup-hidupi organisasi. “Harapan saya temen-temen yang mengikuti pelatihan ini bisa berperan aktif dalam roda perkaderan organisasi,” ujar Edy
Ia juga menyampaikan ada suatu gagasan yang dapat diterapkan yaitu Gusjigang. “Merupakan falsafah hidup seorang ulama dikenal, Sunan Kudus. Nilai yang diajarkanya dinamai GUSJIGANG. Nilai atau falsafah hidup tersebut dibuat untuk membantu masyarakat terutama masyarakat saat itu tahu bagaimana dalam betindak, berfikir dan survive dalam menjalani kehidupan,” paparnya
Abdul Afif Amirullah, M. Psi selaku perwakilan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Tengah menyampaikan bahwa pelatihan instruktur ini penting untuk dilaksanakan karena disinilah momentum untuk memunculkan instruktur yang handal dan mumpuni untuk membina proses kaderisasi di dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Ayahanda Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kudus Nurmuslikan, S. Sos menyampaikan bahwa selayaknya seorang ayah jangan membiarkan maksiat sekecil apapun itu. “Cegah dengan tangan, rubah dengan ucapan, benci dengan hati itulah selemah-lemahnya iman,” tuturnya
Nasehat kedua jangan tinggalkan sholat. Kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) harus bisa menjaga solat lima waktu. Nasehat ketiga adalah sabar apapun kondisinya dalam dinamika beroganisasi teman-teman harus bisa sabar agar tidak salah dalam menyikapi persoalan, pungkasnya.
Hadepe – Hendri Aulia Setiawan













