WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Sebanyak 60 keluarga di Kabupaten Wonogiri, menerima bantuan dana untuk merevitalisasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Penerima bantuan dana untuk memugar Rutilahu ini, tersebar di 3 kecamatan, terdiri atas Kecamatan Baturetno, Kecamatan Kismantoro dan Kecamatan Pracimantoro.
Bagian Prokopim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, Rabu (9/7/25), mengabarkan, keluarga penerima bantuan masing-masing mendapat dana Rp 20 juta. Sumber dana dari APBD Kabupaten Wonogiri ini, totalnya berjumlah sebesar Rp 1.2 miliar.
Bantuan peningkatan kualitas Rutilahu ini, Selasa (8/7/25), diserahkan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Upacara penyerahannya digelar di di Balai Desa Kedungombo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri. Ikut hadir mendampingi Bupati dalam penyerahan bantuan dana pemugaran Rutilahu ini, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno.
Di Kabupaten Wonogiri, berdasarkan verifikasi dan validasi (verval) awal Tahun 2025, ada sejumlah 12.771 unit Rutilahu atau RTLH. Rinciannya sebanyak 10.626 unit rumah rusak berat, 659 unit rumah rusak sedang, dan 1.486 unit rumah rusak ringan. “Data inilah yang menjadi database penanganan RTLH untuk Tahun 2025-2030,” kata Bupati Setyo.
Sinergitas
Untuk penanganan RTLH di Wonogiri, tandas Bupati Setyo, diperlukan sinergitas dari seluruh stakeholder. Saat ini, baik Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, Desa, lembaga keuangan dan perbankan, dan lembaga-lembaga sosial, semua bergerak dalam penanganan RTLH di Wonogiri. “Ini tentunya semakin memberikan keyakinan bahwa upaya menuntaskan RTLH di Wonogiri dapat terwujud,” ujar Bupati Setyo.
Sementara, dalam rencana penanganan RTLH Tahun 2025, dialokasikan sebanyak 896 unit. Perinciannya, Pemerintah Provinsi melalui bantuan Keuangan Pemerintah Desa, mengalokasikan 781 unit. Kemudian Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Dana APBD Kabupaten, mengalokasikan sebanyak 60 unit. Dari CSR Bank Jateng sejumlah 48 unit, dan dari Palang Merah Indonesia (PMI) sejumlah 7 unit. CSR (Corporate Social Responsibility), adalah tanggung jawab sosial perusahaan.
Jumlah tersebut disebutkan masih mungkin bertambah, karena belum termasuk rencana penanganan dari Pemerintah Pusat dan dari Dana Desa. Harapan kita bersama, tambah Bupati, program pemberian bantuan peningkatan kualitas RTLH dapat berhasil baik. Utamanya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Bupati, berharap, para penerima manfaat RTLH ini, dapat menggunakan secara maksimal untuk perbaikan rumah. Agar rumahnya menjadi tempat hunian yang layak untuk ditempati dengan aman, nyaman dan sehat. Para penerima bantuan, akan didampingi Dinas terkait, agar rumah yang diperbaiki dapat berubah secara signifikan dari kondisi sebelumnya, menjadi tempat hunian yang layak untuk bermukim bersama anggota keluarganya.(Bambang Pur)













