blank
Workshop lawan narkoba di Kelurahan Purwoyoso, Ngaliyan Kota Semarang. Foto: Dok/Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dalam rangkaian kegiatan pasca Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggelar workshop pelaksanaan fasilitasi pendidikan anti narkoba pada keluarga di Kecamatan Ngaliyan, tepatnya di Kelurahan Purwoyoso, Selasa (8/7/2025).

Workshop ini merupakan intervensi strategis dan berbasis data, karena berdasarkan pemetaan kawasan rawan, Kelurahan Purwoyoso saat ini berstatus sebagai wilayah dengan kategori “Bahaya” dalam hal penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Peserta kegiatan merupakan warga asli Kelurahan Purwoyoso, khususnya para orang tua dan anak-anak, yang menjadi garda terdepan dalam membangun benteng keluarga terhadap ancaman narkoba. Kegiatan ini menjadi bagian dari program unggulan Direktorat Advokasi Deputi Pencegahan BNN RI, yang berfokus pada penguatan peran keluarga sebagai agen perubahan.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat menyampaikan bahwa membangun ketahanan keluarga adalah kunci utama dalam menyelamatkan generasi muda dari narkoba.

“Wit gedhé kuwi wutahé saka oyod sing kuat (pohon besar itu tumbuh dari akar yang kuat), begitu pula anak-anak kita. Ketika keluarga kokoh, mereka tidak mudah tumbang oleh pengaruh negatif, khususnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tegasnya.

Selain itu, Jenderal yang ramah dan murah senyum ini juga menegaskan bahwa pencegahan tidak bisa berjalan sendiri. Butuh sinergi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama menjaga anak-anak dari kehancuran akibat narkoba.

“Saya mengajak seluruh unsur baik pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, media, dunia pendidikan, dan keluarga untuk bersinergi dan berkolaborasi. BNNP Jawa Tengah akan terus bergerak, tetapi tidak akan mampu bekerja sendiri,” tegasnya

Camat Ngaliyan, Dr. Moeljanto sebagai tuan rumah kegiatan menyambut baik langkah BNNP Jawa Tengah dalam menyasar langsung wilayah-wilayah prioritas yang rawan.

“Kami tidak ingin Purwoyoso hanya dikenal karena data ‘zona bahaya’. Justru dari sinilah kebangkitan dimulai dari keluarga. Mari kita buktikan bahwa masyarakat bisa berubah dan bisa melawan,” tegas Moeljanto.

Ia menekankan, hari ini bukan hanya soal workshop, tetapi pengingat bagi semua masyarakat bahwa narkoba ada di sekitar dan tidak mengenal ampun.

“Setiap orang tua harus bangkit, setiap keluarga harus siap. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi harus menjadi tempat paling aman untuk anak tumbuh tanpa bayang-bayang narkoba,” harapnya.

Aurea Rini Endah, perwakilan RW.09 Kelurahan Purwoyoso peserta workshop mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan bersama anaknya. “Kami sering dengar soal bahaya narkoba, tapi baru sekarang kami benar-benar dibekali cara konkret menjaga anak dari para narasumber,” ucapnya.

BNNP Jawa Tengah berharap, Kecamatan Ngaliyan khususnya wilayah Kelurahan Purwoyoso sebagai benteng terakhir tak tertembus narkoba.

Ning S