blank
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi memantau proses asesmen warga binaan. Foto: Dok/Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya di bidang kesehatan dan pemulihan adiksi.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui asesmen rehabilitasi Pemasyarakatan ini bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNNP) Jawa Tengah pada Senin (7/7/2025).

Kegiatan asesmen yang berlangsung di Klinik Pratama Lapas Kelas I Semarang ini sebagai bagian dari rangkaian layanan rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025.

Pada kesempatan tersebut Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi hadir memantau proses asesmen. Ia menegaskan, program rehabilitasi merupakan bentuk nyata kepedulian negara terhadap pemulihan warga binaan dari penyalahgunaan narkotika.

“Program ini untuk membantu warga binaan pulih dari ketergantungan narkoba, mengembalikan fungsi sosial mereka, dan membentuk kembali jati diri agar dapat berperan aktif dan produktif di masyarakat,” ungkap Fonika.

Sardiyanto, Koordinator Konselor Adiksi BNNP Jawa Tengah menjelaskan, asesmen ini merupakan tindak lanjut dari hasil skrining yang dilakukan pada bulan Juni 2025. Dari hasil tersebut, teridentifikasi tujuh orang warga binaan yang menjadi calon peserta rehabilitasi Pemasyarakatan.

“Asesmen ini menggunakan metode wawancara mendalam dengan instrumen Addiction Severity Index (ASI) Full Version, dan hasilnya menunjukkan bahwa ketujuh warga binaan termasuk dalam Kategori I. Mereka akan mengikuti layanan rehabilitasi selama 15 hari,” jelas Sardiyanto.

Menurutnya, wawancara menggunakan instrumen ASI Full Version menjadi landasan penting dalam merancang intervensi yang tepat. Melalui pendekatan medis, psikososial, dan edukatif, asesmen ini memungkinkan terbentuknya program rehabilitasi yang terstruktur dan berkelanjutan bagi warga binaan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat dan humanis.

Diharapkan, melalui program ini, warga binaan dapat memperoleh pemulihan yang komprehensif, serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Program rehabilitasi berbasis ilmiah ini juga diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan generasi bebas narkoba di dalam Lapas, serta mendukung keberhasilan reintegrasi sosial ketika para peserta kembali ke tengah masyarakat.

Ning S