blank
Wakil Bupati Imron Rizkyarno dan Bupati Setyo Sukarno (duduk menghadap lensa kesatu dan kedua dari kiri), hadir dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Wonogiri.(Dok.DPRD Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Meski melakukan pengurangan anggaran belanja, tapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, tetap memprioritaskan belanja untuk program infrastruktur dasar dan pelayanan publik serta prioritas penanganan kemiskinan. Juga program pengurangan ketimpangan wilayah pembangunan desa, dan peningkatan kualitas pelayanan data.

Wakil Bupati Wonogiri Imrom Rizkyarno, Sein (7/7/25), menyampaikan hasil itu di forum rapat paripurna DPRD. Ini disampaikan, untuk memberikan jawaban dan penjelasan atas pemandangan umum dari fraksi-fraksi terhadap Raperda perubahan APBD Kabupaten Wonogiri Tahun anggaran 2025.

Rapat digelar di ruang Graha Paripirna DPRD Wonogiri, dihadiri 39 dari 50 anggota Dewan. Tampil memimpin rapat paripurna Ketua DPRD Kabupaten Sriyono bersama para Wakil Ketua terdiri atas Sugeng Achmady dan Suryo Suminto. Sekretaris Dewan Edhy Tri Hadiyantho ikut hadir mendampingi Pimpinan DPRD.

Bupati Setyo Sukarno hadir bersama Wakil Bupati Imron Rizkyarno. Juga hadir Sekretaris Daerah (Sekda) FX Pranata bersama para Asisten Sekda dan para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam rapat paripurna sebelumnya, ada 5 juru bicara Fraksi yang menyampaikan pemandangan umum. Mereka terdiri atas Juru Bicara Fraksi Kebangkitan Bangsa Demokrat (KBD) yang merupakan koalisi PKB dengan Partai Deemokrat) Ahmad Nasir, Romandhani Andang Nugroho dari Fraksi PDI Perjuangan, Iwan Susilo (Fraksi PKS), Heru Sukoco (Fraksi Partai Golkar) dan Dwi Prasetyo (Fraksi PKS).

Penurunan

Mereka menyatakan, terjadi penurunan anggaran belanja sebesar 1,57 persen. Mencakup penyesuaian pada belanda operasi dan belanja modal. Terjadi penurunan belanja modal hingga 23,62 persen, itu dinilai sebagai hal yang patut menjadi perhatian serius, mengingat belanja ini menyentuh pembangunan infrastruktir dan pelayanan publik.

Berkaitan dengan hal tersebut, para juru bicara fraksi menyampaikan, agar penurunan anggaran belanja pada APBD, jangan mengganggu program prioritas.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Imron Rizkyarno yang tampil menyampaikan jawaban, menegaskan, Pemkab Wonogiri tetap memprioritaskan belanja untuk program infrastruktur dasar dan pelayanan publik, serta prioritas penanganan kemiskinan. Juga program pengurangan ketimpangan wilayah pembangunan desa.

Pada bagian lain, Wakil Bupati Imron, menegaskan bahwa Pemkab Wonogiri terus berupaya meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah dan optimalisasi penerimaan dari pemanfaatan barang aset milik daerah. Yakni melalui program digitalisasi transaksi non tunai untuk pembayaran Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Ini dilakukan, guna menjawab tantangan atas ketergantungan terhadap dana transfer.

Pemkab Wonogiri, tandas Wakil Bupati Imron, juga melakukan upaya peningkatan PAD melalui program digitalisasi transaksi nontunai untuk Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Selain itu juga melakukan upaya penertiban kesesuaian objek pajak dan retribusi daerah, untuk melakukan penyesuaian anggaran sebagaimana ketentuan yang ada.(Bambang Pur)