JEPARA (SUARABARU.ID)- Budaya wayang dan gamelan semakin tenggelam di tengah-tengah arus modernisasi. Budaya tinggalan nenek moyang ini bisa jadi akan mengalami kepunahan jika tidak ada yang nguri-nguri, terutama dari generasi muda.
Sekelompok pemuda dari Karang Taruna Reksa Buana Desa Tahunan kembali menghadirkan kegiatan dalam mengenalkan wayang dan gamelan. Kegiatan ini dikemas secara edukatif dan menyenangkan.

Bertajuk “Reksa The Eksplorer Season 2”, kegiatan ini mengajak anak-anak TK dan SD untuk lebih mengenal budaya lokal melalui serangkaian acara yang interaktif dan mendidik.
Acara yang berlangsung di Pendopo balai desa Tahunan pada Minggu (6/7/2025) itu dibuka langsung ang oleh Petinggi Desa Tahunan, H. Muhadi.
Dalam sambutanya, Muhadi mengapresiasi program yang diinisiasi oleh Karang Taruna Reksa Buana Desa Tahunan. “Apresiasi yang setinggi-tingginya untuk anak-anak muda Desa Tahunan khususnya Karang Taruna Reksa Buana yang masih peduli untuk mengangkat dan mengenalkan budaya Jawa kepada anak-anak terutama seni pertunjukan wayang dan gamelan”, ujarnya.
Di sisi lain ketua panitia, Syahrul Anam mengatakan bahwa acara ini adalah acara rutin yang dilaksanakan oleh karang taruna desa tahunan untuk mengisi waktu liburan sekolah anak-anak dengan kegiatan yang positif.
Acara dimulai dengan pertunjukan wayang yang dibawakan oleh Dalang Ki Agung, yang memukau anak-anak dengan cerita yang dikemas secara ringan dan penuh nilai. Suasana menjadi hidup dengan alur cerita menarik dan pengenalan tokoh-tokoh pewayangan yang penuh warna.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan gamelan oleh Dalang Ki Agung, yang memperkenalkan berbagai alat musik tradisional Jawa serta cara memainkannya. Anak-anak terlihat antusias mencoba alat musik satu per satu dan mendengarkan penjelasan tentang fungsi serta keunikan tiap instrumen.
Tak hanya menonton, anak-anak juga belajar mewarnai wayang mereka sendiri, dengan bimbingan dari kakak-kakak Karang Taruna Reksa Buana Desa Tahunan. Kegiatan ini memberi ruang bagi kreativitas dan rasa cinta budaya sejak usia dini.
Salah satu orang tua peserta, Suhartono, mengungkapkan rasa syukurnya dengan kegiatan pengenalan wayang dan gamelan.
“Awalnya anak saya bertanya tentang wayang, dan saya tidak bisa menjawabnya, sehingga acara ini memberikan edukasi yang baik untuk anak-anak agar tidak hanya bermain gadget tetapi bisa belajar tentang wayang”, terangnya.
Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Reksa Buana berharap dapat menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal serta menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi generasi muda.
ua/irud













