blank
Irwandi (0026) mendapat kartu kuning dari panitia lintasan, usai menyikut Fransisko (0675). Foto: riyan

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Umum Pengprov PASI Jawa Tengah, Rumini menyatakan, hari pertama penyelenggaraan Kejurnas Atletik Jateng Open 2025 berlangsung lancar. Meski ada beberapa kendala yang muncul, tapi secara keseluruhan panitia mampu menyelesaikan sejumlah nomor yang dilombakan.

”Yang mungkin jadi bahan evaluasi bersama, kondisi lintasan lari yang kurang sempurna, akibat terkelupas. Meski tak ada komplain dari para peserta, namun kondisi trek itu cukup mengganggu,” kata dia, yang ditemui usai lomba, di Stadion Tri Lomba Juang, Mugas, Semarang, Kamis (3/7/2025).

Menurut dia, dari sisi prestasi atlet Jateng, Rumini melihat ada sejumlah atlet yang mewakili kabupaten/kota di provinsi ini, sudah memberikan performa terbaiknya. Dia berharap, sisa dua hari ini, medali emas bisa kembali diraih para atlet Jateng.

BACA JUGA: Sekolah Rakyat untuk Membangun SDM Unggul, Berkualitas dan Berdaya Saing

Sementara itu, di hari pertama pelaksnaan lomba, sprinter putri Pelatnas asal Kalimantan Selatan, Dina Aulia, menjadi yang tercepat saat memenangkan nomor bergengsi final lari 100 meter.

Peraih medali emas nomor 100 meter PON 2024 itu, mencatatkan waktu 11,73 detik. Urutan kedua ditempati Shava Salvia (Kota Surakarta/12,38 detik) dan ketiga Liviana Rizki (Kota Salatiga/12,46 detik).

Di nomor final 100 meter putra, pelari Kabupaten Bekasi, Rizky Ramadhan, menjadi manusia tercepat, usai membukukan waktu 10,85 detik. Medali perak dan perunggu masing-masing direbut Ahmad Zacky (Kabupaten Blora/10,89 detik) dan Muhammad Akbar (Kabupaten Pati/10,95 detik).

BACA JUGA: Pemangkasan Anggaran Belanja Jangan Mengganggu Program Prioritas

Pada sesi lomba kedua yang dimainkan sore hari itu, sempat terjadi sedikit ketegangan di antara sesama pelari, saat digelar nomor final 800 Meter Putra. Kejadian berawal ketika pelari Irwandi Fokatea (Atletik Bumi Siliwangi), melakukan gerakan seperti menyikut ke arah Fransisko A (Papua Athletics Center) yang ada dibelakangnya, menjelang garis finish.

Akibat insiden itu, wasit lintasan memberikan kartu kuning pada Irwandi. Pelari asal Indonesia Timur itu, memang akhirnya meraih medali emas dengan catatan waktu 1 menit 57,33 detik. Medali perak milik pelari PASI DKI Jakarta, Asfari (1:57:37) dan perunggu Fransisko (1:57:44).

”Kartu kuning itu peringatan wasit lintasan, sesuai pasal 17.4 perlombaan atletik, tapi tak berpengaruh pada hasil. Namun semua masih aman, karena setelah ditunggu hingga 30 menit, tak ada protes secara tertulis,” ungkap anggota Dewan Hakim Jateng Open 2025, Budi Leksono.

BACA JUGA: Dinas PU Sragen Gulirkan Inovasi Pemeliharaan Infrastruktur Melalui Kerja Sama ‘Adopsi Jalan’

Di hari pertama pelaksanaan Kejurnas Jateng Open 2025, Kota Salatiga memimpin klasemen sementara dengan capaian 3 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Posisi kedua ditempati Bekasi dengan 3 emas, dan PASI Sleman dengan 1 emas, 1 perak.

Salatiga unggul, usai tiga atletnya meraih emas, masing-masing Adi Firmansyah di nomor Lontar Martil Putra dengan lontaran 44.15 meter, Alfiano Eka (Tolak Peluru Putra/12,26 meter) dan Galih Yoga W (Lempar Cakram Putra/47.55 meter).

Untuk jadwal pertandingan hari kedua, Jumat (4/7/2025) sesi pagi mulai pukul 06.00 WIB, akan ada empat nomor final. Selain itu, ada delapan nomor lomba yang baru memasuki Babak I. Empat nomor final itu yakni, 10.000 Meter Putri, 5.000 Meter Putra, Lompat Jangkit Putri dan Lempar Lembing Putra.

Di sesi sore hari, mulai pukul 14.30 WIB, akan ada 12 nomor final yang dilombakan, dan dua nomor yang baru memasuki Babak I. Dua nomor yang dilombakan untk Babak I yakni, 4×400 Meter Estafet Putra dan 4×400 Meter Estafet Putri.

Riyan