blank
Salah satu mahasiswi USM yang mendampingi pembuatan anyaman yang dilakukan anak-anak. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-38 Universitas Semarang (USM), mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom), belum lama ini melakukan kampanye budaya menganyam dengan tema ‘Sulamasa: Sulaman Sepanjang Masa’, di area Car Free Day, Bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan, Semarang.

Mereka terdiri dari Ketua Nadya Puspa Zahra, anggota Lusyana Dewinta Sari, Rayhan Atalla, Ika Fistiana, Gunawan Bima Kusuma. Dalam keterangannya Nadya mengatakan, melalui kampanye itu, mahasiswa mengangkat kembali pentingnya pelestarian budaya menganyam, yang merupakan bagian dari warisan tradisional Nusantara.

Menurut dia, budaya menganyam memiliki nilai seni, fungsional, sekaligus filosofis yang penting untuk dikenalkan kembali kepada generasi muda.

BACA JUGA: USM Raih 6 Emas di Kejuaraan Pencak Silat Piala DPRD Kendal 2025

Dalam kegiatan itu juga digelar workshop menganyam kertas, untuk anak-anak. Tujuannya, sebagai media pembelajaran yang menyenangkan, agar nilai-nilai budaya bisa ditanamkan sejak dini melalui pengalaman langsung.

”Stand budaya ini merupakan bagian dari kontribusi kami dalam memeriahkan Dies Natalis ke-38 USM, sekaligus bentuk kepedulian terhadap budaya lokal yang mulai dilupakan. Kami ingin lewat Sulamasa, anak-anak dan masyarakat mengenal kembali anyaman sebagai bagian dari jatidiri bangsa,” ungkap Nadya.

Ditambahkan dia, selain workshop, stand Sulamasa juga menampilkan hasil-hasil anyaman dari pengerajin lokal, seperti tas anyaman rajut, tampah, keranjang dari bahan rotan, pembagian informasi edukatif, seputar sejarah dan filosofi anyaman, serta interaksi langsung dengan pengunjung.

”Kampanye Sulamasa tidak hanya menjadi ajang kreatif mahasiswa, tetapi juga merupakan upaya nyata pelestarian budaya. Selain itu juga,mengusung nilai-nilai kolaboratif, inovatif, dan berbasis kearifan lokal,” ungkapnya.

Riyan