SEMARANG (SUARABARU.ID)– Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM), mengajak kaum muda melalui Kampanye Cinta Budaya Sendiri, di kawasan Car Free Day (CFD) Simpanglima, Semarang, baru-baru ini.
Ketua Panitia Kampanye, Ananda Aulia Putri mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian bahasa daerah di Indonesia. Yang melatarbelakangi kampanye itu, adanya kekhawatiran semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah di tengah masyarakat, khususnya di kalangan anak muda.
Lewat kegiatan ini, para mahasiswa USM ingin membangkitkan kembali rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa ibu. ”Kami ingin mengajak generasi muda untuk mengapresiasi dan menggunakan bahasa daerah tanpa rasa malu. Bahasa adalah identitas yang harus kita jaga,” kata Ananda.
BACA JUGA: Prodi Pariwisata USM Lakukan Sosialisasi Medsos di Desa Wisata Nongkosawit
Dia menambahkan, kampanye dilaksanakan dalam dua format, luring dan daring. Di area CFD, pengunjung diundang menuliskan kalimat sederhana dalam bahasa daerah mereka, di papan ekspresi sebagai bentuk afirmasi budaya.
Selain itu, wawancara ringan dengan peserta juga dilakukan untuk merekam pandangan mereka terhadap pentingnya bahasa ibu.
Adapun secara daring, kampanye hadir melalui dua tantangan digital di Instagram, yaitu Tebak Lagu Daerah. ”Kegiatan ini mendorong partisipasi aktif pengguna media sosial, dan berhasil menjangkau ratusan interaksi dari berbagai wilayah,” ungkapnya.
BACA JUGA: Mahasiswa Ilkom USM Lakukan Kampanye Gerakan untuk Alam
Salah satu peserta, Anya, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. ”Saya jadi lebih percaya diri pakai bahasa daerah, apalagi saat lihat yang lain juga bangga,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan partisipan online, Nada. Menurutnya, dia mendapat banyak ilmu dan pengetahuan yang cukup tentang budaya lokal. ”Saya mendapatkan pelajaran banyak bahasa dari teman-teman daerah lain. Seru dan menambah wawasan,” tuturnya.
Kampanye ini, terang Ananda, merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Komunikasi Antar-Budaya yang dibimbing Arif Hidayat SIKom MIKom, dan Ayang Fitriani SS MIKom.
Kampanye ini juga tidak hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga menjadi ruang refleksi, akan pentingnya menjaga jatidiri bangsa melalui bahasa.
Riyan













