blank
Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara, Majelis Dikdasmen PNF PDM Jepara, dan Forum Guru Muhammadiyah Jepara. menyelenggarakan Baitul Arqom Batch 2 yang diselenggarakan pada 28–29 Juni 2025. Foto;: Dina S

KUDUS. (SUARABARU.ID)- Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara, Majelis Dikdasmen PNF PDM Jepara, dan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jepara. menyelenggarakan Baitul Arqom Batch 2 yang diselenggarakan pada 28–29 Juni 2025 yang bertepatan dengan tanggal 2-3 Muharram 1447 H, di Hotel Graha Muria, Colo.

Baitul Arqom Batch 2 diikuti oleh 51 peserta yang terdiri dari unsur Majelis Dikdasmen PNF PDM Jepara, kepala sekolah, dan guru dari 20 sekolah Muhammadiyah di Jepara. Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembinaan ideologis dan spiritual yang mendalam guna memperkuat peran mereka sebagai pendidik di lingkup Persyarikatan Muhammadiyah.

Acara ini merupakan bagian dari program kaderisasi yang berkelanjutan, sekaligus menjadi ajang konsolidasi antar pendidik Muhammadiyah di Jepara. Kegiatan ini juga bertujuan membekali para pendidik dengan nilai-nilai Ke-Islam-an dan kebangsaan yang kokoh, sehingga mampu menjalankan peran strategis sebagai agen perubahan dan pendidik yang mencerahkan sesuai dengan visi Persyarikatan Muhammadiyah.

blank

Mengusung tema “Penguatan Ideologi dan Profesionalisme, Wujudkan Sekolah Unggul Berkemajuan”, Baitul Arqom Batch 2 bertujuan memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas tenaga pendidik di lingkungan amal usaha Muhammadiyah.

Sadali, Ketua PDM Jepara yang membidangi MPKSDI menegaskan bahwa Baitul Arqom merupakan kegiatan yang sangat penting dan relevan dalam konteks penguatan ideologi dan peningkatan profesionalisme guru Muhammadiyah, terlebih di tengah tantangan perubahan zaman yang semakin kompleks.

“Ideologi Muhammadiyah bukan hanya slogan. Ideologi Muhammadiyah adalah semangat tajdid, pembaruan, dan dakwah pencerahan yang harus hidup dalam pribadi setiap guru. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi ruh dalam proses pembelajaran,” tegas Sadali.

Sadali juga menekankan bahwa profesionalisme guru adalah prasyarat mutlak menuju sekolah yang unggul. Guru Muhammadiyah dituntut adaptif terhadap perkembangan zaman, kreatif dalam mengelola pembelajaran, dan menjadi teladan dalam integritas serta etos kerja.

“Baitul Arqom ini harus menjadi momen penguatan komitmen kita untuk membangun sekolah Muhammadiyah yang unggul dalam mutu, berdaya saing tinggi, dan istiqamah dalam dakwah pencerahan,” tambahnya.

Baitul Arqom Batch 2 mengusung 4 materi utama, yaitu: Implementasi Risalah Islam Berkemajuan dalam Dunia Pendidikan, Effective Communication Strategies for School Branding, Tuntunan Ibadah Sesuai Putusan Tarjih, dan Revitalisasi Pendidikan Muhammadiyah

Acara pembukaan ditutup dengan foto bersama PDM Jepara, Majelis Dikdasmen PNF, MPKSDI, dan Tim Instruktur bersama semua peserta, sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolektif membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan.

Hadepe –  Dina Setyaningsih