“Target untuk menang itu nomor dua. Target pertama adalah bagaimana warga kita memiliki budaya hidup sehat. Kalau hanya memburu penghargaan, kadang setelah lomba selesai kita kembali ke budaya lama,” ujar Agustina.
Lebih lanjut, dirinya mengharapkan budaya hidup sehat bisa menjadi kebiasaan, menjadi kesadaran, dan tindakan bersama menuju kota yang sehat.
Agustina juga menekankan bahwa kota sehat harus menjadi kesadaran bersama, bukan sekadar proyek pemerintah.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Abdul Hakam, menyebut keberhasilan Forum Kota Sehat bergantung pada kekompakan dan pemberdayaan masyarakat.
Sedangkan, Ketua Forum Kota Sehat, Prof. Hanifa Maher Denny, menekankan pentingnya perubahan budaya sebagai inti kota sehat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menghadiri Rakor Forum Kota Sehat di RSWN, Kamis 26 Juni 2025. foto : humasIa juga menambahkan bahwa Semarang bisa unggul melalui tatanan aktivitas fisik dan pemanfaatan taman kota.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong lintas sektor, Semarang menatap Swasti Saba Wistara bukan sebagai akhir, melainkan sebagai pengakuan atas komitmen nyata membangun kota sehat dari dalam—oleh dan untuk masyarakatnya.













