blank
Dalang kondang Ki Anom Suroto (tengah) bersama Ki Bayu Pamungkas (kanan) dan Ki Bagong Darmono (kiri), malam ini menyajikan pentas wayang kulit spektakuler Lakon Bimo Suci di Dusun Ngelo, Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Ist)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Dalam kondang Kanjeng Raden Tumenggung Haryo (KRTH) Anom Suroto Lebdo Nagoro, Jumat malam nanti (27/6/6/25) akan mendalang di Dusun Ngelo, Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Pentas wayang kulit semalam suntuk ini, menghadirkan Bintang Tamu Gareng Sumarbagyo dan Niken Sailendry.

Pagelaran wayang kulit spektakuler ini, menyajikan Lakon Bima Suci, Ki Anom Suroto akan mendalang bersama Ki Bayu Pamungkas dan Ki Bagong Darmono. Ini disajikan dalam rangka tasyakuran Milad Al-Mardhiyah, sekaligus menyambut 1 Muharram 1447 H.

Sementara itu, wayangan Lakon Pandawa Syukur, Kamis malam (26/6/25) sampai Jumat dinihari (27/6/25) digelar di Balai Lingkungan Bulu, Kelurahan Punduhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Wayangan Suran ini, disajikan dalang Ki Suwondo Guntur Darsono.

Dalam waktu bersamaan, wayangan Suran dengan Dalang Ki Jangkung Sugiyanto SSn digelar di Dusun Ploso, Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Menampilkan Bintang Tamu Petruk Ola-Olo, Tika, Erika, Supreh dan Deni.

Bersamaan itu, wayangan Suran disajikan Dalang Ki Bagong Yunioko di Dusun Dung Padas. Wayangan Suran yang sama semalam juga ditampilkan di objek wisata Pantai Sembukan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Setelah sebelumnya, digelar prosesi kirab dan ritual labuhan laut selatan oleh masyarakat Paranggupito.

Babad Alas

Lakon Babad Alas Wonomarto, semalam sampai Jumat dinihari (27/6/25), digelar di Dusun Ngelo, Desa Pulutan Kulon, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri. Menampilkan trio dalang, terdiri atas Guru Dalang Ki Deres Sugiyono dari Wuryantoro, Ki Alifian Nur Rohmad (Pracimantoro) dan Ki Sahrul Oktavian Ramadani (Ki Rama) dari Kecamatan Wonogiri Kota.

blank
Lakon Babad Alas Wonomarto, ditampilkan dalam sajian garap kreatif atraktif oleh Trio Dalang Ki Deres Sugiyono bersama Ki Alifian dan Ki Rama.(Dok.Ist)

Wayangan tiga dalang ini, untuk tasyakuran Walimatul Khitan Anak Hendaru Sawung Seta. Sekaligus guna memeriahkan penyambutan Tanggal 1 Sura Tahun Dal 1959 (1 Muharram 1447 H).

Oleh trio dalang Deres, Alifian dan Rama, Lakon Babad Alas Wonomarto, ditampilkan dalam pakeliran yang atraktif. Saat Bratasena membabat hutan, Dalang Rama tampil di belakang kelir menyajikan adegan secara suilet, dengan lighting khusus untuk memainkan sejumlah wayang kayon (Gunungan) sebagai penggambaran Rimba Wonomarto.

Sementara itu, Alifian yang dikenal sebagai dalang sabet usia muda berbakat, memainkan gerak atraktif Bratasena membabat hutan Wonomarto. Ini ditampilkan dengan gerak mencabuti wayang Kayon (penggambaran pepohonan hutan), yang kemudian diusung dengan cara seakan-akan dipanggul.

Dimunculkan pula sejumlah wayang hewan dan setan-setanan, yang ngamuk karena habitat huniannya dirusak Bratasena. Garap baru melalui beragam gerak atraktif yang didukung permainan penyinaran (lighting) ini, mewarnai sentuhan kreativitas dalam menyajikan Lakon Babad Alas Wonomarto. Sajian ini, membuat takjub massa penonton.(Bambang Pur)