blank
Warga rela mengantri demi bisa ikut donor darah. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Memperingati Hari Donor Darah Sedunia, PMI Grobogan menggelar aksi donor darah massal di Markas PMI Grobogan Unit Donor Darah, Jalan P. Tendean, Kota Purwodadi, Kamis (26/6/2025).

Sejak pagi, ratusan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Grobogan berdatangan untuk ikut berpartisipasi. Mereka rela antre di bawah terik matahari demi menyumbangkan darah sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Rahayu, salah satu warga Purwodadi, sudah tiba sejak pukul 07.30 WIB. Namun, dia tetap harus mengantre karena jumlah peserta sudah membludak.

BACA JUGA : Ranting NU Petekeyan Sambut Tahun Baru 1447 Hijriyah dengan Pengajian dan Santunan Yatama- Dluafa

“Dapat info acaranya jam 08.00-12.00 WIB. Jadi, dari jam setengah 8 sudah di sini, ternyata malah untuk donor darahnya sudah banyak antrian. Tadi sempat makan bakso yang disediakan panitia,” jelas Ajeng.

Panitia meminta para pendonor untuk mengisi formulir dan menjalani pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tensi darah sebelum melakukan donor.

Namun, tak semua peserta bisa menyumbangkan darah. Beberapa di antaranya gagal karena tensi darah terlalu tinggi.

“Tensi darahnya 180/60. Tidak memenuhi syarat setelah dua kali diperiksa tensinya. Tidak apa-apa. Berusaha ikhlas dan legawa, mungkin saya harus banyak istirahat,” jelas Bowo, warga Penawangan.

Selain itu, beberapa warga terpaksa mundur karena keterbatasan waktu. Mereka tak sempat menunggu antrean yang cukup panjang.

“Saya terpaksa balik kanan saja, jam 11 ada pekerjaan penting,” ujar Fajar, warga Sambak, Kota Purwodadi.

PMI Grobogan Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Ketua PMI Grobogan, Moh Soemarsono, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini menjadi bagian dari peringatan Hari Donor Darah Sedunia.

“Saya mengapresiasi atas tingginya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam donor darah. Ini sesuai dengan tema peringatan tahun 2025, donorkan darah, berikan harapan, bersama kita selamatkan nyawa,” ujar Moh Soemarsono saat dikonfirmasi.

Mantan Sekda Kabupaten Grobogan ini menyebut, pihaknya awalnya menargetkan 100 ampul darah, namun ia menaikkan target menjadi 150 ampul karena tingginya antusiasme warga.

blank
Menunggu: Mereka yang lolos pemeriksaan kesehatan sedang menunggu untuk dapat giliran donor darah. Foto: Tya Widya.

“Tidak bisa banyak-banyak karena takutnya nanti kadaluarsa. Darah yang didapat dari pendonor itu ada masa kadaluarsanya. Kalau lewat dari kadaluarsa itu nanti tidak bisa terpakai,” jelas Soemarsono.

Selain donor darah, PMI Grobogan juga berencana mengadakan kegiatan Gathering Koordinator Donor Darah dari berbagai wilayah. Agenda tersebut bertujuan untuk menjaring masukan guna peningkatan pelayanan.

Target Melebihi Harapan

Kepala UDD PMI Grobogan, dr Titik Wahyunngsih, mengungkapkan rasa bangganya terhadap masyarakat yang begitu antusias datang untuk berdonor.

“Luar biasa. Saya mengapresiasi kegiatan ini. Untuk masyarakat yang belum bisa mendonorkan darahnya, kami bisa menyarankan kepada para calon pendonor agar menyiapkan sejak dini supaya bisa memenuhi syarat, seperti tensi yang normal dan dalam keadaan sehat,” ujar dr Titik Wahyunngsih.

Ia menjelaskan, dari target 100 ampul, PMI justru menerima darah dari 180 pendonor. Angka tersebut menjadi bukti nyata partisipasi aktif masyarakat Grobogan.

BACA JUGA : Ziarah ke TMP Kusuma Bangsa dan Menggelar Patroli Skala Besar

“Alhamdulillah banyak peminatnya yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Grobogan. Kami mengucapkan terima kasih atas keterlibatan masyarakat Kabupaten Grobogan yang sudah mendonorkan darahnya hari ini,” jelasnya.

Bagi yang gagal berdonor karena alasan kesehatan atau waktu, dr Titik mendorong mereka untuk mencoba kembali di kesempatan lain.

“Selain di UDD, PMI Grobogan juga menjaring pendonor darah melalui donor darah keliling yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan akan mengunjungi wilayah-wilayah yang jauh dari jangkauan,” pungkasnya.

TYA WIEDYA