blank
Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi Wakil Bupati M.Ibnu Hajar dan Plt Sekda Jepara Ary Bachtiar saat mengunjungi obyek wisata di Desa Batealit. Foto: Manan

JEPARA (SUARABARU.ID) –  Bupati Jepara, Witiarso Utomo, S.E., dan Wakil Bupati, M. Ibnu Hajar, S.M., mengunjungi Desa Batealit dalam rangka program Bupati Ngantor di Desa pada Selasa, 24 Juni 2025. Kegiatan berlangsung meriah dengan partisipasi ratusan warga serta pelajar dari SDN 1, 2, 3, dan SMPN 2 Batealit yang memadati area Gedung Serbaguna sejak pagi hari.

Sekitar pukul 08.45 WIB, bupati dan rombongan tiba dan disambut dengan penampilan Reog khas Batealit. Acara dilanjutkan dengan peluncuran simbolis Pasar Akhir Pekan (Weekend Market) di halaman Gedung Serbaguna, yang ditandai dengan pelepasan balon dan pembacaan basmalah. Pasar ini akan menjajakan berbagai kuliner khas lokal, seperti kopi Batealit, gethuk, nasi pecel pakis, serta produk UMKM lainnya.

Program Bupati Ngantor di Desa yang ke-11 ini juga diisi dengan sesi penyerapan aspirasi masyarakat yang berlangsung selama tiga jam. Forum tersebut dihadiri oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Batealit, ketua BPD, lembaga desa, Forkopimcam, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jepara.

blank
Bupati dan Wakil Bupati Jepara melepas ikan di Desa Batealit. Foto: Manan

Dalam forum itu, masyarakat menyampaikan berbagai usulan prioritas dalam lima bidang utama: pendidikan, pertanian, infrastruktur, pariwisata, dan keagamaan. Salah satu aspirasi disampaikan oleh perwakilan Gapoktan, Hisyam Masykuri, yang mengusulkan pengadaan mesin perontok padi dan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT).

Setelah agenda di desa selesai, sekitar pukul 14.00 WIB bupati dan rombongan melanjutkan kunjungan ke destinasi wisata Kali Ndayung. Dari gerbang masuk, rombongan menuju lokasi menggunakan jasa ojek.

Dalam sambutannya, Bupati Witiarso Utomo menyampaikan bahwa wisata Kali Ndayung memiliki potensi besar yang akan dikembangkan lebih lanjut. “Destinasi ini ke depan akan kami perhatikan, terutama terkait sarana dan prasarana, akses jalan, serta legalitas lahan karena masih milik Perhutani. Diperlukan diskusi dan koordinasi lintas sektor,” ujar bupati.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, bupati juga menebar benih ikan di aliran sungai yang berada di samping lokasi wisata Kali Ndayung

Hadepe – Khoirul Manan