JEPARA (SUARABARU.ID) – – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Pondok Pesantren Babus Salam Mulyoharjo Jepara Kamis , 19 Juni 2025 dengan digelarnya acara Muwadda’ah (perpisahan) perdana dan Peresmian Gedung Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Acara bersejarah ini menandai tonggak penting bagi perkembangan pendidikan di pesantren tersebut.
Muwadda’ah kali ini menjadi sangat istimewa karena merupakan angkatan perdana bagi santri Madin Salaf dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sebanyak 6 santri Madin Salaf dan 16 santri MTs resmi diwisuda, siap menapaki jenjang pendidikan atau mengabdikan diri di masyarakat dengan bekal ilmu agama dan umum yang telah mereka peroleh.
Bupati Jepara H. Witiarso Utomo yang berhalangan diwakili oleh Bapak Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar. Kehadiran ini menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya Pondok Pesantren Babus Salam dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia dan berwawasan luas.

Puncak acara ditandai dengan peresmian gedung Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) yang tahun ini satu-satunya di Jepara. Adapun jurusannya adalah Bisnis Digital. Peresmian ini dilakukan oleh Bupati Jepara dengan menanda tangani prasasti di Kantor Bupati Jepara sebelum acara dikarenakan Bupati Jepara berhalangan hadir.
Hadir juga Rois Syuriyah PCNU Jepara, KH. Khayatun Abdullah Hadziq. Kehadiran kedua tokoh penting ini menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan berbasis pesantren, yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan ketrampilan relevan untuk masa depan.
Dengan peresmian gedung MAK ini, Pondok Pesantren Babus Salam Mulyoharjo Jepara semakin memperluas layanannya, menawarkan pendidikan kejuruan yang terintegrasi dengan nilai-nilai pesantren. Hal ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para santri untuk meraih masa depan yang lebih cerah, baik di bidang agama maupun profesional.
Sementara dalam ceramahnya KH. M. Ma’mun Abdullah Hadziq, pengasuh Pondok Pesantren Raudlotul Mubtadi’in Balekambang menguraikan era sekarang memang sangat penting menguasai digital karena semuanya serba digital. “Gambaran umumnya dengan bisnis digital kita bisa berpenghasilan meskipun sedang tidur,” ujar KH.M.Mamun Abdullah Hadziq.
Namun ia mengingatkan dampak negatif digital juga besar. “Karena jika tidak hati-hati bisa saja terjerat judol, pinjol dan jenis penipuan lain. Oleh karena itu sangat penting Pendidikan karakter terutama Pendidikan Agama di Pondok Pesantren sebagai kontrol dampak era digital,” ungkapnya
Karena penting dan tingginya prospek, pada tahun ini juga politeknik Balekambang membuka 2 jurusan baru yaitu BISNIS DIGITAL dan AGRIBISNIS PETERNAKAN. Ia juga memberikan pesan khusus pada para santri untuk terus belajar. “Belajar tidak akan pernah ada cukupnya, berapapun luas ilmu yang kita dapatkan tetap bagaikan setetes air di lautan,” urainya
Sementara Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar dalam sambutannya mengucapkan tgerima kasih kepada pengasuh dan jajaran asatidz ponpes Babus Salam Mulyoharjo yang telah membuka dan mengelola MAK. Ini berarti turut mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jepara periode sekarang.
Hadepe- Ahmad Yusuf











