KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, berupaya mengangkat potensi pariwisata setempat. Untuk keperluan itu dilakukan acara Jagongan Magelangan menelisik ruh spiritualitas Desa Deyangan dan Borobudur melalui tradisi, di Balaidesa Deyangan, Kamis (19 Juni 2025).
Camat Mertoyudan, Pujo Ihtiarta, mengapresiasi pihak Deyangan yang telah menggelar acara secara baik. Itu merupakan salah satu wujud menggali potensi desa penyangga Borobudur. “Dulu wisatawan mengunjungi Borobudur, tapi menginap dan berbelanja di Yogyakarta. Sekarang tidak seperti itu. Maka perlu digali potensi wisata desa penyangga,” pintanya.
Kades Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Risyanto, dalam acara yang diikuti sekitar 200 orang itu mengatakan, selama ini Deyangan hanya terpengaruh macetnya jalan pengunjung Candi Borobudur. Melalui acara itu dia meminta masukan untuk memajukan Deyangan. “Desa akan menyerap solusi, dan arahan peserta, sampai ada investor yang masuk.
Supaya Deyangan lebih maju dan berkembang,” katanya.
Adapun bentuk kegiatannya berupa sarasehan menelisik potensi yang ada di desa itu. Khususnya terkait pariwisata. Pesertanya dari unsur pejabat Muspika, pelajar sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, SMA, SMK, dan semua lembaga desa,
seperti BPD, bank sampah, perpustakaan, Koperasi Merah Putih.

Disebutkan, di desa itu ada makam Abdul Rohim yang merupakan kakeknya pemilik Ponpes Lirboyo, Kediri. Itu mau dijadikan pariwisata. Dia juga akan membuat mini balai ekonomi desa (balkondes).
Pemrakarsa tradisi Ruwat Rawat Borobudur, Sucoro Setrodiharjo,
dalam kesempatan yang sama mengatakan, Deyangan hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Candi Borobudur. Di desa itu ada beberapa potensi wisata, yang bisa dijadikan penyangga Borobudur. Sejak 1980 dia sudah membuat 12 buah buku tentang wisata.
Menurut dia, untuk memulai sebuah peristiwa besar, tidak hanya Deyangan yang akan diangkat, tetapi juga Desa Pasuruan dan Donorojo, ketiganya wilayah Kecamatan Mertoyudan. “Saya berharap, semua pengambil kebijakan mau memberi dukungan,” kata Sucoro selaku pemandu sarasehan itu.
Sementara, Ketua Pokdarwis Desa Deyangan, Amin, menyatakan ingin menggali kepariwisataan yang ada di desa itu. Agar potensi wisatanya dapat bermanfaat.
Eko Priyono













