WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Pemkab Wonosobo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyelenggarakan Dialog Kebangsaan bagi 200 Generasi Muda se-Kabupaten Wonosobo di Ruang Mangoenkoesumo Gedung Setda setempat.
Acara tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan sekaligus menumbuhkan semangatpersatuan dan toleransi di kalangan generasi muda.
Hadir dalam kegiatan itu sekitar 200 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas. Seperti Forkos, KAPA, Duta Genre, Duta Wisata, Karang Taruna, KNPI, organisasi mahasiswa, dan komunitas lainnya.
Mengusung tema “Penguatan Karakter Pancasila bagi Generasi Muda dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045,” dialog interaktif juga menjadi media menggali aspirasi dan perspektif generasi muda Wonosobo dalam menghadapi tantangan kebangsaan di era globalisasi.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menekankan pentingnya generasi muda memegang peran sentral dalam menjaga keberlangsungan bangsa. Tidak hanya melalui prestasi akademik dan inovasi. Tetapi juga lewat komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa.
“Generasi muda adalah penjaga masa depan bangsa. Di era keterbukaan informasi ini, kita menghadapi tantangan besaryang menguji jati diri dan persatuan,” ujarnya.
Karena itu, lanjut dia, pemuda Wonosobo harus tampil sebagai pelopor perdamaian, agen perubahan dan penggerak nilai-nilai Pancasila. Jangan pernah lelah mencintai negeri ini.
Afif juga menegaskan pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman, mengingat Wonosobo merupakan daerah multikultur dengan kekayaan sosial dan budaya yang harus dilestarikan melalui semangat gotong royong dan toleransi.
“Keberagaman adalah kekayaan yang menyatukan, jangan biarkan perbedaan memecah, justru jadikan sebagai kekuatan untuk mempererat kebersamaan,” tambahnya.
Program Strategis
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Wonosobo, Agus Kristiono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial.
Melainkan juga bagian dari program strategis dalam membangun karakter generasi muda yang sadar akan jati diri bangsa.
“Dialog ini sengaja dikemas secara interaktif agar bisa menggali pandangan dan aspirasi dari para pemuda,” paparnya.
Biasanya hanya sebatas sosialisasi ideologi Pancasila, tetapi kali ini ingin menggali suara anak-anak muda Wonosobo dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah.
Hadir pula narasumber kompeten dari unsur akademisi, tokoh masyarakat, serta TNI/Polri yang memberikan materi terkait wawasan kebangsaan, bahaya radikalisme serta peran pemuda dalam menjaga keutuhan NKRI di era digital.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Wonosobo berharap muncul semangat baru dan motivasi kuat dari para pemuda untuk menjadi generasi yang kritis, kreatif, tangguh secara ideologis dan terbuka terhadap perbedaan.
“Kita ingin pemuda Wonosobo memiliki daya tahan ideologi yang kuat dan mampu bersikap bijak serta bertanggungjawab dalam menyikapi berbagai isu sosial, politik dan budaya,” ujar Agus.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dari sinergi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda dalam membangun Wonosobo yang inklusif, toleran, dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.
Muharno Zarka













