Semarang (SUARABARU.ID) – Gelaran lomba burung berkicau bertajuk Andri Bolang Road Show atau dikenal juga dengan Bolang Fans Semarang, sukses diselenggarakan dengan meriah pada Minggu, 8 Juni 2025 di Gantangan Play Boy 69, yang berlokasi di kawasan Asrama TNI AD Mrican, Semarang. Sejak pukul 09.00 WIB, lokasi sudah dipenuhi oleh ratusan kicau mania dari berbagai daerah, menciptakan suasana yang semarak dan penuh antusiasme.
Acara ini menjadi lebih spesial dengan kehadiran langsung Andri Bolang, tokoh ternama di dunia kicau asal Ngawi, Jawa Timur yang telah malang melintang di dunia lomba burung berkicau, khususnya di kelas Murai Batu. Sosok yang telah mengoleksi sederet hadiah bergengsi, termasuk mobil dari lomba-lomba nasional ini, tampil langsung untuk mengawal jalannya lomba.
Dalam sambutannya, Bolang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh fans dari Semarang maupun luar kota yang telah hadir dan ikut memeriahkan acara. Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar ajang kompetisi, tapi juga sarana silaturahmi antar kicau mania lintas daerah.
“Saya ucapkan selamat bertanding, semoga burung-burung tampil maksimal. Kalau ada yang kerjanya bagus, saya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan transaksi. Saya memang terus mencari gacoan-gacoan baru yang siap berlaga di kancah nasional,” ungkapnya.
Ferry Wibowo, selaku owner Gantangan Play Boy 69, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya acara ini. Sejak brosur diluncurkan sebulan lalu, pemesanan tiket langsung membludak. Bahkan, karena antusiasme peserta begitu tinggi, panitia membuka tambahan dua kelas Murai Batu ekstra untuk menampung pemain yang sebelumnya tidak kebagian tiket.
“Puji syukur semua kelas, terutama Murai Batu, ludes terjual. Ini menunjukkan antusiasme kicau mania Semarang luar biasa tinggi,” ujar Ferry.
Hadir pula komunitas ternama LMC (Logistic’s Murai Community) yang dipimpin oleh Agus Pataya, Arifin, dan Riyadi Pataya. LMC turut menyukseskan acara dengan membuka kelas khusus LMC, sebagai bentuk dukungan dan komitmen komunitas dalam memajukan dunia kicau di Semarang.
Kehadiran LMC bukan hanya memperkuat silaturahmi antar penghobi, tapi juga memberikan ruang edukasi dan pembinaan kepada para pemain, agar dunia perburungan makin berkualitas.
Cak Pay, ketua pelaksana acara, menjelaskan bahwa persiapan lomba dilakukan jauh hari sebelumnya. Ia menekankan kualitas juri adalah prioritas utama. Tidak hanya mengandalkan juri internal, panitia juga mendatangkan juri berpengalaman dari luar guna memastikan penilaian yang objektif dan fair.
“Alhamdulillah, lomba berjalan lancar, penilaian bisa diterima semua pihak,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai sponsor seperti Twister dan Ceriwis atas dukungan mereka yang membuat acara ini semakin semarak.

Lomba dimulai pukul 11.00 WIB dan mengagendakan 30 kelas, dengan kategori burung seperti Murai Batu, Cucak Ijo, Kacer, Cendet, Kenari, dan Sogon. Persaingan di kelas utama berlangsung sangat ketat, namun tetap dalam suasana yang tertib dan sportif.
Penampilan burung-burung di kelas seperti Murai Batu, Cucak Ijo, dan Kacer mendapat sorotan karena kualitas suara dan gaya tarungnya yang luar biasa, membuat para penonton terpukau, gelaran Andri Bolang Road Show di Gantangan Play Boy 69 Semarang langsung dibuka dengan penampilan memukau di kelas pembuka Murai Batu Singo Edan. Dengan tiket senilai Rp 550.000, ribu, kelas ini sukses mencuri perhatian sejak awal lomba.
Salah satu bintang lapangan di kelas ini adalah Murai Batu “Mata Dewa” milik Anas dari Anny Cell SF Boja. Meski menempati posisi gantangan di pinggir, aksi Mata Dewa tetap mencolok dan tak bisa diabaikan. Ia tampil dengan irama lagu yang variatif, pukulan panjang-panjang yang keras, dan durasi kerja stabil dari awal hingga akhir. Gaya ngeplay-nya yang elegan semakin memperkuat penampilannya di mata juri dan penonton.

Mata Dewa pun berhasil meraih juara pertama, membuka lomba dengan prestasi gemilang, tak berhenti sampai distu Mata Dewa juga berhasil meraih juara Murai batu kelas Sejati,dan membuktikan bahwa posisi gantangan bukanlah hambatan bagi kualitas sejati.Top of Form
Persaingan semakin memanas saat memasuki kelas utama Murai Batu Play Boy 69. Dengan tiket seharga Rp 1.100.000, kelas ini menjadi panggung adu kualitas burung-burung terbaik dari berbagai daerah, memperebutkan tahta prestisius di ajang elit ini.
Persaingan pun berlangsung sangat ketat dan penuh gengsi. Namun, dari deretan burung-burung tangguh tersebut, satu nama berhasil mencuat dan mencuri perhatian: Murai Batu Gobang, andalan milik Achan dari Sukorejo.

Gobang tampil penuh percaya diri sejak awal digantang. Ia mempersembahkan irama lagu yang bervariasi, dibawakan dengan volume keras, tembakan tajam, dan durasi kerja yang solid dari awal hingga akhir sesi. Kombinasi materi dan mental tarungnya benar-benar memukau juri dan penonton yang hadir.
Tak heran, di tengah persaingan sengit, juri menobatkan Gobang sebagai juara satu kelas utama Murai Batu. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas Gobang bukan sekadar isapan jempol, melainkan hasil dari rawatan dan pemilihan materi burung yang sangat matang dari sang pemilik.
Kemenangan Gobang juga memperkuat nama Achan Sukorejo sebagai salah satu pemain yang patut diperhitungkan di kelas-kelas atas, dan menjadi inspirasi bagi kicau mania lain yang tengah membangun amunisi terbaiknya.
Kemeriahan gelaran Andri Bolang Road Show di Gantangan Play Boy 69 Semarang tak berhenti di kelas utama. Salah satu kelas yang juga menyedot perhatian besar adalah kelas Murai Batu Bolang Production, wajib sangkar Andri Bolang, dengan tiket Rp 150.000 dan hadiah utama satu unit sepeda motor.
Kelas ini diikuti oleh puluhan peserta dengan burung-burung pilihan yang tak kalah hebat. Namun, di antara deretan kontestan tangguh, Murai Batu Sahara milik Om Ye dari Purwodadi tampil paling menonjol dan konsisten. Sahara menunjukkan kualitas mumpuni lewat materi lagu yang lengkap, volume tembus, serta kerja aktif sepanjang sesi.
Aksi dominan Sahara di gantangan membuatnya sulit disaingi. Juri pun tak ragu menempatkannya di posisi puncak. Berkat performa luar biasa itu, Om Ye berhasil membawa pulang satu unit sepeda motor, menjadikan kemenangan ini tak hanya bergengsi, tapi juga penuh makna.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa burung berkualitas bisa bersinar di kelas mana pun, dan semakin mempertegas eksistensi Purwodadi di dunia kicau nasional.
Gelaran menyuguhkan kejutan di setiap kelasnya. Kali ini, sorotan tertuju pada kelas Murai Batu Rampes dengan tiket Rp 330.000, yang berlangsung sengit dan dipenuhi burung-burung andalan dari berbagai daerah.
Dari persaingan ketat itu, Murai Batu Avatar milik Azis Kacang dari Guntur SF Demak tampil memikat dan sukses mencuri perhatian juri. Burung ini menunjukkan performa luar biasa dengan materi lagu yang kaya, tembakan keras, dan gaya tarung aktif sejak awal sesi. Avatar mampu menjaga stabilitas kerjanya hingga akhir, membuktikan kualitasnya sebagai salah satu gaco unggulan.

Kinerja konsisten dan mental bertarung yang kuat membuat juri tak ragu memberikan predikat juara satu untuk Avatar. Kemenangan ini sekaligus menjadi prestasi membanggakan bagi Guntur SF Demak dan memperkuat posisi Azis Kacang sebagai pemain yang konsisten menurunkan burung-burung berkualitas.
Andri Bolang Road Show Fans semarang 2025 membuktikan bahwa dunia burung berkicau bukan sekadar hobi, tapi juga ruang silaturahmi, prestasi, dan edukasi yang saling menguatkan antar komunitas. Semoga gelaran serupa terus hadir di berbagai kota dan semakin mengangkat nama dunia kicau khususnya kota Semarang ke level yang lebih tinggi.
Berikut data juaranya :





Dwi_Prie













