WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Jalan Ahmad Yani yang selalu rusak, meskipun telah diperbaiki berulang kali, itu terjadi karena dipicu oleh kemunculan sumber air. Utamanya pada titik terjadinya kerusakan. Juga karena faktor curah hujan yang tinggi, saat dilakukan pengerjaan.
Ruas Jalan Ahmad Yani, merupakan jalan raya yang memiliki peran vital dalam mewujudkan kelancaran akses hubungan darat. Karena prasarana infrastruktur ini, menjadi ruas jalan utama yang ada di Kota Wonogiri, yang sekaligus menjadi penghubung lintas kota dan lintas kabupaten, yakni Wonogiri-Sukoharjo-Solo.
Karena ada sumber mata air yang muncul di bawah badan jalan, maka setiap kali dilakukan perbaikan penambalan, jalan tersebut selalu rusak kembali. Bahkan material tambalannya ikut terangkat ke atas setelah dilakukan penambalan. Sebab, material tambalannya, tidak dapat bersenyawa erat menyatu dengan badan aspal yang ada di lokasi.
Sejumlah titik yang selalu rusak kembali setelah diperbaiki ini, diantaranya berada di Kampung Kerdukepik, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri. Karena material tambalannya mumbul (terangkat), menjadi tidak nyaman dilewati, yang itu berpotensi memunculkan kecelakaan, utamanya bagi para pengendara sepeda motor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto, Selasa (10/6/25), menyatakan, terkait ruas jalan raya Ahmad Yani yang selalu rusak lagi meski telah diperbaiki tersebut, telah dilakukan penanganan dengan teknik khusus. Yakni perbaikan tidak sekadar menambal, tapi dilengkapi dengan pemasangan pipa untuk drainase.
Rekanan
Pipa drainase yang disertai ijuk tersebut, dipasang di bawah lapis aspal hotmix. Tujuannya, guna menyalurkan air yang muncul dari sumber air bawah permukaan, untuk disalurkan ke luar badan jalan, agar tidak mengangkat material tambalan. ”Untuk perbaikannya, itu masih tanggung jawab rekanan,” tegas Prihadi Ariyanto.
Sebagaimana diberitakan, ruas jalan yang diperbaiki selalu rusak lagi rusak lagi tersebut, mendapatkan kritikan dari tiga fraksi DPRD Kabupaten Wonogiri. Yakni Fraksi PKS, Fraksi Kesatuan Bangsa Demokrat (koalisi PKB dengan Partai Demokrat) dan Fraksi Partai Golkar.
Menyikapi kritik dari fraksi di DPRD Kabupaten Wonogiri ini, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menegaskan, telah memerintahkan kepada penyedia jasa agar melakukan perbaikan. Penegasan Bupati ini, disampaikan Selasa (10/6/25) di forum rapat paripurna DPRD Wonogiri. Yakni ketika menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap pengajuan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
Rapat paripurna DPRD Kabupaten Wonogiri, dihadiri 37 dari 50 anggota Dewan. Dipimpin Ketua DPRD Sriyono bersama Wakil Ketua DPRD Sugeng Achmady, Krisyanto dan Suryo Suminto, dengan didampingi Sekretaris Dewan Edhi Tri Hadiyantho.
Di forum rapat paripurna tersebut, Bupati menegaskan bahwa tidak saja perbaikan pada ruas Jalan Ahmad Yani, tapi juga perbaikan pada ruas Jalur Lingkar Kota (JLK) sisi utara, yang memanjang sejak dari terminal lama Klampisan sampai dengan depan Kantor ATR-BPN di Kampung Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri.(Bambang Pur)













