WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Anggota DPRD Wonosobo, Eka Gunadi memiliki cara unik dalam memperingati Hari Lahir Pancasila pada Minggu, 1 Juni 2025. Ia melakukannya dengan menggelar berbagai kegiatan yang dilaksanakan di kediamannya di Wonosobo.
Diantaranya lomba lukis untuk anak-anak, termasuk melukis wajah Bung Karno. Ada juga pembacaan puisi bertema ”Melihat Indonesia”, upacara bendera, dan sarasehan yang menghadirkan seniman multitalenta dan budayawan, Butet Kartaredjasa.
Menariknya, dalam sarasehan yang diikuti ratusan masyarakat tersebut, Butet mengisahkan perjalanan hidupnya memungut nilai-nilai ke-Indonesia-an yang sangat majemuk. Termasuk tentang nilai-nilai budaya bangsa yang ada dan harus dilestarikan.
”Untuk belajar menjadi Indonesia adalah proses yang hingga saat ini masih saya lakukan, dan entah akan sampai kapan,” katanya.
Butet kemudian memotret semangat dan idealisme Bung Karno, sebagai perumus Pancasila, kala menjadi orang Indonesia sejati. ”Untuk menjadi Indonesia jangan pernah lelah mencintai Indonesia, mencintai Pancasila, dan mencintaimu,” ucap Butet disambut gelak tawa peserta.
Sementara itu Eka Gunadi sebagai penyelenggara kegiatan menyebut, beragam kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Lahir Pancasila merupakan bentuk aktualisasi secara langsung nilai-nilai Pancasila. Ia mencontohkan, peserta lomba melukis yang mencoba menggambar wajah Proklamator, Bung Karno.
”Kegiatan yang kami selenggarakan memang beragam. Ada yang menggambar topeng, ada yang melukis wajah Bung Karno, ada juga yang membaca puisi Melihat Indonesia, sebuah nafas lama yang ditiupkan kembali ke dalam dada generasi hari ini. Karena bagi kami, melukis wajah adalah memperbaiki jiwa. Jadi, seni bukan sekadar ekspresi, tapi juga refleksi,” katanya.
Anggota DPRD Wonosobo dari Fraksi PDI Perjuangan itu berharap, masyarakat dapat belajar Pancasila secara kontekstual dan komprehensif, serta bukan sekadar tekstual maupun indoktrinasi belaka.
”Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa Pancasila bukan hanya teks di dinding kantor, bukan pula hafalan dalam upacara. Pancasila merupakan cara kita saling menyapa, gotong royong di gang kecil, serta keberanian untuk menolak sikap individualis dan nilai-nilai kapitalistik yang menggerus nurani,” ujar Eka.
Eka Gunadi yang juga Ketua DPC Pemuda Pancasila Wonosobo itu menginginkan, agar nilai-nilai Pancasila terus tumbuh mengakar di Kabupaten Wonosobo. Khususnya melalui keseharian masyarakatnya.
”Semoga semangat ini terus menyala. Semoga Wonosobo tetap menjadi rumah bagi nilai-nilai luhur, tempat di mana budaya bukan hanya tontonan, tapi tuntunan. Karena Pancasila juga tak pernah jauh. Ia ada di hati rakyat yang hidup sederhana, saling tolong, dan terus mencintai tanah ini,” tandas Eka.
Ning S













