blank
Personel fireman dari Regu-4 Damkar Pemkab Wonogiri, tengah menyemprotkan air dari unit mobil brandweer, untuk memadamkan mobil yang terbakar.(Dok.Damkar Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Senin siang (2/6/25), dalam perjalanan akan pergi ke pasar, mendadak Aris mencium aroma bau gosong. Curiga ada sesuatu, segera dia menghentikan mobil sedan yang tengah dikemudikannya. Begitu turun dari ruang kemudi, melihat ada kepulan asap dan jilatan nyala api yang membakar mobilnya.

Kejadian ini berlangsung di ruas jalan kampung, yakni di Dusun Lalung Kidul, Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng). Lokasinya, tidak jauh dari rumah tempat tinggal Aris, yang merupakan warga Dusun Lalung RT 04/RW 02, Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Api makin berkobar dan sulit untuk dipadamkan. Apalagi di dalam mobil yang memiiki pelat nomor G 7909 YP tersebut, tidak dilengkapi dengan tabung Alat Pemadam Air Ringan (APAR). Juga di lokasi tidak tersedia air untuk melakukan pemadaman. Karena itu, kemudian dilakukan kontak permohonan bantuan pemadaman ke Markas Induk Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Damkar Pemkab Wonogiri Joko Prayitno, melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, Markas Induk Damkar menerima kontak permohonan pemadaman pada Pukul 12.40, dan langsung direspon secara cepat.

Tim fireman dari Regu-4 Markas Induk Pimpinan Komandan Regu (Danru) Suwanto, segera meluncur ke lokasi dengan membawa serta mobil unit brandweer. Proses pemadaman berlangsung sampai Pukul 13.25, dengan mendapatkan bantuan dari personel Perangat Desa Mlokomanis Wetan bersama warga setempat.

Konsleting

Tidak ada korban jiwa. Pemicu kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Tapi, diduga bersumber oleh adanya konsleting pada sistem kelistirikan yang terpasang di dalam mobil. Selama kebakaran mobil berlangsung dan proses pemadamannya dilakukan, tidak mengganggu arus lalu lintas. Karena jalur di mana lokasi mobil itu terbakar, terhitung jalan kampung yang tidak begitu ramai oleh kendaraan.

Di kalangan masyarakat otomotif, mobil Sedan Timor dikenal sebagai mobil yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia mulai Tahun 1996 sampai Tahun 2000. Untuk yang versi injeksi S515i, diluncurkan pada Tahun 1997. Meski diklaim sebagai mobil nasional (Mobnas), mobil Timor sejatinya diproduksi oleh KIA Sephia yang dibuat pabrikan KIA asal Korea.

Ketika diimpor oleh Indonesia, kemudian dilakukan rebadge. Dalam industri otomotif, rebadge atau rebadging mengacu pada praktik penjualan dengan merk berbeda, namun memiliki desain dan sepesifikasi yang sama atau sangat mirip. Yakni mobil yang diproduksi oleh satu pabrikan, kemudian diberi label ulang dengan merek lain, sehingga terlihat seperti mobil baru.

Pada awal kehadirannya, Mobil Timor diharapkan bisa merebut pasar mobil di Tanah Air yang selama ini dikuasai Jepang. Tapi dalam perjalanannya, produksi Timor dihentikan setelah PT Timor Putra Nasional (TPN), perusahaan yang memproduksinya, mengalami masalah keuangan dan akhirnya asetnya disita oleh pemerintah. Sehingga pada produk yang terlanjur dibeli konsumen, tidak ada bengkel khususnya yang memberikan perawatan pasca-penjualannya.(Bambang Pur)