blank

JEPARA (SUARABARU.ID)- Kegeraman aksi biadab Israel terhadap warga Palestina di Gaza yang tak kunjung selesai meskipun dikutuk oleh dunia turut dirasakan oleh para penyair Jepara. Lewat puisi mereka mengekspresikan dukungannya kepada Palestina dan mengutuk keras kejahatan kebiadaban Israel yang didukung AS.

blank
Sejumlah penyair hadir dalam Launching Antologi Puisi foto: Sub

Sebanyak 318 puisi yang ditulis 57 penyair lintas generasi, profesi, dan segmentasi terkumpul dalam Antologi Puisi, ” Genosida Gaza Palestina” yang dilaunching pada hari Minggu, 1 Juni 2025 di alun-alun Jepara. Nama- nama penggiat sastra Jepara seperti Alie Emje, Aminan Basyari, Agus Udik D.W., Mustaqim Umar, Alief, Ruji Martono, Nur Komar, Nunung Setyowati, Ratu Handayani, Yove Lyn, dan lainnya turut menyampaikan kegelisahannya lewat bait- bait puisi, bahkan penyair lintas kabupaten pun ikut memberikan dukungan lewat karyanya.

blank
Penyair Jepara bela Palestina foto: Sub

Aminan Basyari, salah satu aktivis Penyair Jepara saat membuka acara menyampaikan bahwa tujuan Launching Antologi Puisi ini adalah untuk menggugah kesadaran kemanusiaan yang dirasa kurang dalam melihat tragedi kemanusiaan yang dialami warga Palestina di Gaza. Di samping itu, untuk mengenang H. Alie Emje, seorang penyair Jepara yang sangat vokal memperjuangkan nasib Palestina lewat karya- karyanya dan telah menghadap Sang Kholiq sebelum Antologi Puisi ini terbit.

” Kata- kata yang kami anggap puisi, berharap dapat berteriak hingga dapat membetot nurani berbagi rasa kemanusiaan kami sebagai manusia. Selama ini masih banyak yang membuta, menuli, membisu menyaksikan luluh lantak Gaza Palestina.” Teriak Aminan Basyari berapi-api.

blank
Aminan Basyari didampingi penulis saat Launching Antologi Puisi foto: Sub

Kegiatan Launching Antologi Puisi ini juga merupakan rangkaian aksi bela Palestina dan untuk menyampaikan keprihatinan bahkan kutukan atas kebiadaban rezim Zionis Israel. Acara lainnya adalah pembacaan puisi dari para penulis lokal, pertunjukan musik oleh ERD ( Eswal Redja Dirana), musikalisasi puisi, Teatrikal tentang keganasan Zionis Israel terhadap bangsa Palestina, dan orasi bela Palestina.

Ratusan warga dari berbagai elemen, termasuk aktivis, budayakan, pegiat sastra menyuarakan kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina dengan melakukan long march mulai dari tugu Kartini sampai ke alun-alun Jepara. Teriakan anti Zionis Israel dan AS menggema di sepanjang perjalanan disertai berbagai atribut dan bendera besar Indonesia dan Palestina sebagai simbol dukungan Palestina.

blank
Aksi Teatrikal tentang keganasan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina

Aksi bela Palestina berjalan damai hingga akhir yang ditandai dengan menyanyikan lagu, ” Bagimu Negeri” secara bersama- sama.

Hadepe – Sub