KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Sebanyak empat calon haji asal Kabupaten Kebumen dipastikan batal terbang ke Tanah Suci setelah tidak lolos kesehatan di Asrama Haji Donohudan.
Plh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen Dr H Salim Wazdy MPd dihubungi usai mengantar kelompok terbang (Kloter) di Donohudan Sabtu (31/5) mengungkapkan, keempat calon haji itu telah pulang ke rumah masing-masing karena tidak layak terbang.
Menurut Salim, keempatnya merupakan calon haji dengan usia di atas 70 tahun atau telah lanjut usia (lansia). Masing-masing satu orang dari Kloter 91, 93, 94 dan 95. Dengan demikian jumlah calon jemaah haji Kebumen yang terbang ke Tanah Suci pada musim haji 2025 ini sebanyak 1.445 orang.
Pihaknya menjelaskan pula, pada musim haji 2025 ini jamaah haji Indonesia akan dikelompokkan berdasarkan “syarikah” di Tanah Suci. Syarikat ini merupakan perusahaan atau lembaga yang bertugas menyediakan layanan kepada jamaah haji selama di Arab Saudi.

Meskipun di Makkah jamaah haji dikelompokkan berdasarkan syarikah, skema kepulangan tetap menggunakan format kloter seperti saat keberangkatan.”Memang akan ada satu dua haji yang suami istri bisa saja berpisah jika pengurusan visa berdasarkan paspor tidak bersamaan,”tandas Salim.
Namun Pemerintah melalui Kemenag juga telah mengantisipasi dengan meminta agar para petugas haji benar-benar menjalankan tugas sebagai petugas haji Indonesia. Dalam arti tidak boleh ada petugas haji ego kloter.
Kemudian dibentuk ketua syarikah yang mana tiap satu kloter ada enam ketua syarikah sehingga bisa membentuk komunitas lebih kecil dan membantu komunikasi antarjemaah haji.
Salim juga memastikan kloter terakhir dari Kabupaten Kebumen telah ikut terbang bersama kloter Sapujagat. Ada sebanyak 211 calon haji dalam kloter Sapujagat dan 161 di antaranya dari Kebumen.
Jamah haji reguler Kabupaten Kebumen sebanyak 1.445 orang merupakan yang terbesar nomor tiga di Jateng setelah Demak dan Kabupaten Semarang. Jamaah haji Kebumen dijadwalkan kembali ke Tanah Air dan tiba di Kebumen pada 10-11 Juli 2025.
Komper Wardopo













