blank
Acara nobar film “Sayap-Sayap Patah 2” di Platinum Cineplex Trio Mall, Jumat (30/5). menjadi ajang slaturahmi Polres dengan tokoh ormas, pejabat hingga jurnalis di Kebumen. (Foto:SB/Humas Polres)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan sinergitas antar elemen masyarakat, Polres Kebumen menggelar nonton bareng (nobar) film “Sayap-Sayap Patah 2” di Platinum Cineplex Trio Mall, Jumat (30/5).

Kegiatan ini dihadiri langsung Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, serta diikuti oleh Ketua Bhayangkari Cabang Kebumen Ny. Wati Eka Baasith Syamsuri, para Pejabat Utama (PJU) Polres, personel Polres Kebumen, dan Bhayangkari.

Tak hanya dari internal Polri, nobar kali ini melibatkan berbagai elemen masyarakat. Seperti perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kebumen, jurnalis, organisasi masyarakat (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP) mahasiswa, hingga tokoh masyarakat di Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri menyampaikan, kegiatan nobar ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap film nasional yang mengangkat kisah heroik anggota Polri, tetapi juga sebagai wadah untuk menjalin kedekatan dan silaturahmi bersama masyarakat.

“Film ini sarat akan nilai perjuangan dan pengorbanan yang bisa menjadi motivasi bersama. Selain itu sebagai sarana hiburan,”terang AKBP Eka Baasith.

blank
Berbagai kalangan ikut nobar film “Sayap-Sayap Patah 2” di Platinum Cineplex Trio Mall, Jumat (30/5). (Foto:SB/Humas Polres)

Film “Sayap-Sayap Patah 2” yang diputar pada kesempatan itu merupakan kelanjutan dari film pertama, dan terinspirasi dari kisah nyata anggota Densus 88 di Samarinda.

Film ini menggambarkan perjuangan berat seorang anggota Polri yang harus berhadapan dengan kelompok terorisme, sekaligus mempertaruhkan keselamatan keluarga yang ia cintai.

Salah satu cuplikan mengharukan dalam film menunjukkan resiko tugas sebagai Densus 88 bukan hanya mengancam keselamatan pribadi, tapi juga keselamatan keluarga.

Bahwa salah satu pemeran utama, Olivia gadis kecil seorang anak dari anggota Densus 88 Anti Teror Polri harus meninggal karena insiden ledakan bom di sekolahnya.

Adegan ini sontak membuat banyak penonton terbawa cerita. Terlihat sejumlah penonton, termasuk Bhayangkari dan tokoh masyarakat, sesenggukan menahan tangis karena cerita yang menyentuh hati.

“Film ini sangat menyentuh. Kita jadi lebih menghargai perjuangan para anggota Polri di lapangan,” ujar salah satu penonton dari kalangan akademisi.

Kapolres Kebumen berharap, melalui kegiatan seperti ini, semangat cinta tanah air dan kepedulian terhadap keamanan bangsa dapat terus tumbuh di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.

Kegiatan nobar berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh keakraban. Suasana kekeluargaan sangat terasa, memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga siuasi kondusif di Kabupaten Kebumen.

Komper Wardopo