blank
Kajian Manhaj Tarjih Muhammadiyah, semalam, digelar di Masjid Al-Falah, Kampung Madyorejo, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo.(Dok.Begug SW)

SUKOHARJO (SUARABARU.ID) – Kajian Islam dengan tema “Manhaj Tarjih Muhammadiyah”, semalam, digelar di Masjid Al-Falah Kampung Madyorejo, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng).

Manhaj Tarjih Muhammadiyah, adalah sebuah sistem yang berisi prinsip dan metode yang digunakan Muhammadiyah, dalam memahami dan merumuskan hukum-hukum Islam. Terutama dalam merespon isu-isu kontemporer. Secara sederhana, Manhaj Tarjih dapat diartikan sebagai “cara bertarjih,” yaitu cara Muhammadiyah dalam melakukan ijtihad atau pemikiran keagamaan yang mendalam, untuk merumuskan hukum-hukum Islam. 

Ustadz Imam Waladi SAg yang tampil menyampaikan materi kajian, menyatakan, ada dua sumber yang menjadi acuan ajaran Islam. Yakni Al-Qur’an yang menjadi sumber utama dan As-Sunnah sebagai sumber ajaran Islam yang kedua. Dengan memahami keduanya, akan diperoleh keseimbangan, yaitu keseimbangan teks dan konteks. Juga akan mendapatkan kemudahan-kemudahan sebagai solusi menghindari kesulitan, serta memperoleh keadilan. Yaitu dengan mengutamakan keadilan dan menghindari kezaliman.

Dalam menyampaikan materi kajiannya itu, Ustadz Imam Waladi, mengajak umat Islam dapat memperoleh pemahaman, untuk mencapai tujuan dalam memecahkan masalah. Baik masalah sosial kemasyarakatan maupun masalah kemanusiaan lainnya. Yakni pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan Islam. Lebih lanjut, Ustadz Imam Waladi, mengajak umat untuk mengembangkan pemikiran Islam, yang relevan dengan kehidupan modern.

Lebih Baik

Ustadz Imam Waladi berharap, dengan memahami materi Manhaj Tarjih Muhammadiyah, diharapkan dapat membantu umat dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan lebih baik.

Tokoh masyarakat Sukoharjo, Begug Suwarman, mengabarkan, kajian Manhaj Tarjih tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jetis-2 Sukoharjo sebagai kajian putaran Ke-6. Kegiatan ini, diikuti oleh Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Aisiyah Jetis-1 dan Jetis- 2, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisiyah Sukoharjo, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sukoharjo, Takmir Masjid Al-Falah dan Kokam Cabang Sukoharjo.

Kajian tersebut dimulai Pukul 19.45 Wib, diawali dengan sambutan Ketua PRM Jetis- 2, dirangkai dengan Tahsin dan penyampaian inti kajian. Berkaitan ini, Ir Rudy Setyohadi selaku Shohibul Bait,  menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pimpinan yang telah berkenan hadir.

Disampaikan, kajian pimpinan ini sempat libur dalam 2 bulan, yakni pada Bulan Ramadhan dan bulan Syawal. Liburnya kajian, disebabkan karena banyaknya kesibukan. Kajian yang digelar Kamis malam (22/5/25), berlangsung tertib dan lancar serta berakhir pada Pukul 21.00.(Bambang Pur)