blank
Penutupan acara Pelatihan Kader Paripurna Taruna Melati Utama (PKPTMU) dan Regional Meeting, dihadiri sejumlah tokoh penting di Kota Semarang. Foto: dok/ipm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Riandy Prawita mengatakan, kaderisasi IPM harus menghasilkan pemimpin yang siap terjun langsung ke tengah masyarakat.

Hal itu seperti yang disampaikannya, saat memberikan sambutan penutup usai acara Pelatihan Kader Paripurna Taruna Melati Utama (PKPTMU) dan Regional Meeting, di Gedung Kuliah Bersama 1, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), belum lama ini.

Dengan tema ‘Impactful Leadership: Igniting Creativity, Embracing Diversity’, kegiatan ini menjadi puncak proses pengkaderan IPM. Salah satu tujuannya, mencetak kader paripurna dan pemimpin muda, yang tak hanya memahami nilai-nilai ke-IPM-an, tapi juga mampu menjawab tantangan zaman, serta merespon isu strategis di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Iklim Kompetitif Muncul dari Kompetisi Sepak Bola Putri yang Berjenjang

”PKPTMU bukan sekadar mencetak kader internal, tapi menyiapkan mereka menjadi pemimpin yang hadir dan relevan bagi masyarakat luas. IPM tidak boleh hanya jadi jago kandang,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama sembilan hari, Jumat-Sabtu (9-17//5/2025) ini, resmi ditutup dalam acara TMU Regional Meeting #3, di Lokakridha Gedung Muh Ikhsan, Balai Kota Semarang, Sabtu (17/5/2025).

Acara penutupan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Dr H Bambang Pramusinto, Ketua PWA Jawa Tengah Dr Hj Eny Winaryati, Ketua PP IPM yang diwakili Mbak Ghanis, Ketua PW IPM Jateng Daei Aljanni, serta para senior alumni IPM/IRM, seperti Khafid Surotuddin, Slamet Widodo, Leni Ratih Agustin, dan AM Jumai.

BACA JUGA: Puluhan Pecinta Sepeda Tua ‘Ngontel Bareng’ di HUT Ke-15 Oglek

Selain itu, hadir pula utusan dari berbagai daerah se-Indonesia, serta perwakilan PD IPM Kota Semarang, dan PR IPM dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang dalam sambutannya melalui Kadisdik, menekankan pentingnya kesiapan pelajar menghadapi era Indonesia Emas 2045. ”Pelajar Muhammadiyah harus melek teknologi, dan mampu menjaga serta memperkuat kebersamaan dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Dr Eny Winaryati berpesan, agar kader IPM terus memperkuat nilai ideologi, memperluas wawasan, dan membangun jejaring gerakan, yang berdampak di tengah masyarakat.

Dengan berakhirnya TMU dan Regional Meeting ini, IPM berharap dapat terus melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang kreatif, inklusif, dan siap membawa perubahan menuju Indonesia yang lebih berkemajuan.

Riyan