WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Rosyid Muhammadi, seorang penyuluh agama Islam dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo.
Dia berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah berkat inovasi pembelajaran tajwid berbasis web yang diterapkannya di Akademi Waqtar Wonosobo.
Selama ini Rosyid dikenal sebagai sosok yang aktif dalam pengembangan metode pembelajaran baca tulis Alquran berbasis teknologi.”Kami telah menciptakan Learning Management System (LMS) berbasis web yang memungkinkan santri untukbelajar tajwid secara lebih sistematis dan interaktif,” ujarnya, Jumat (16/5/2025).
Metode ini, kata Rosyid, telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman santri terhadap ilmu tajwid, sekaligus mempermudah akses pembelajaran bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan lokasi.
Dalam ajang PAI Award 2025, Rosyid bersaing dengan puluhan penyuluh agama Islam lainnya dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Keberhasilannya meraih juara pertama tidak lepas dari dedikasi dan inovasi yang ia kembangkan dalam bidang Pendidikan Agama Islam di Wonosobo.
Jadi Inspirasi
Akademi Waqtar yang dia dirikan telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, yang mengapresiasi kontribusinya dalam meningkatkan literasi Alquran di masyarakat.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat juga memberikan apresiasi atas pencapaian Rosyid Muhammadi dalam inovasi pembelajaran tajwid berbasis teknologi informasi.
Afif menyebut, inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang dikembangkan oleh Rosyid Muhammadi merupakan langkah maju dalam dunia pendidikan Islam, terutama dalam pembelajaran tajwid.
“Dengan kemenangan ini, Rosyid Muhammadi berpeluang untuk mewakili Jawa Tengah dalam ajang PAI Award tingkat nasional. Mudah-mudahan di ajang tingkat nasional dia bisa meraih juara lagi,” harapnya.
Bupati Wonosobo menyebut, metode pembelajaran yang dikembangkannya dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Bisa menjadi inspirasi bagi Penyuluh Agama Islam lainnya untuk terus berinovasi dalam menyebarkan ilmu agama.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Islam dapat memberikan dampak positif yang besar,” ujar Afif yang juga alumni Universitas Sains Alquran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo itu.
Rosyid Muhammadi, menurut Afif, telah menunjukkan kreativitas dan dedikasinya, pembelajaran Alquran dapat menjadi lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat luas.
Muharno Zarka













