blank
Sejumlah pelajar sekolah menaiki BRT menggunakan Kartu BRT Gratis di shelter BRT Kota Semarang, Rabu 14 Mei 2025. Foto : Hp

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Annisa, salah seorang mahasiswa Universitas Semarang merasa senang atas kebijakan Pemerintah Kota Semarang yang mengeluarkan kartu layanan BRT gratis bagi pelajar dan mahasiswa.

“Terima kasih Ibu wali kota Semarang berkat kartu layanan gratis pelajar dan mahasiswa ini dapat membantu pelajar dan mahasiswa di Kota Semarang,” kata Annisa.

Apresiasi juga diungkapkan oleh Zevanya dan Nadia, siswa SMK Texmaco Semarang. “Tahu program ini dari instagram (@transsemarang). Membantu banget buat pelajar se-Kota Semarang pulang perginya bisa naik BRT gratis,” kata Zevanya.

“Dapat meringankan beban orang tua juga. Daftarnya mudah sekali. Kita cukup masuk ke website-nya kemudian mengirimkan (mengisi) data diri/identitas kita,” tutur Nadia.

Baca juga Kota Semarang Berhasil Tekan Kasus Penyakit DBD dengan Cakrawala Buana

Seperti diketahui program BRT Trans Semarang gratis bagi pelajar dan mahasiswa ber-KTP Kota Semarang menjadi salah satu program unggulan dalam 100 hari kerja prioritas Agustin – Iswar.

Sejak diluncurkan pada tanggal 2 Mei 2025 lalu, sebanyak 4.382 orang siswa dan mahasiswa ber-KTP Kota Semarang telah mendaftar program Kartu Berlangganan Gratis Trans Semarang (E-Card).

“Dari 4.382 registrasi, 1675 telah terverifikasi, 522 ditolak dan 2.185 sisanya masih dalam proses verifikasi. Kita bersyukur dalam kurun waktu 2 minggu sejak diluncurkan antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ungkap Agustina, Wali kota Semarang, pada Rabu (14/5).

Diperkirakan ada sekitar 343.000 pelajar dan mahasiswa di Kota Semarang yang dapat memanfaatkan program ini. Pada tahap awal implementasi, Trans Semarang baru mencetak 10.000 kartu langganan, dengan rincian 7.000 untuk pelajar dan 3.000 untuk mahasiswa.

“Terima kasih kepada anak-anakku para siswa dan mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini. Mohon maaf ada beberapa kendala teknis tapi sudah kami perbaiki,” kata Agustina.

Sementara itu, Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, membeberkan kendala yang ditemui saat registrasi layanan ini antara lain saat proses verifikasi yang diterima pendaftar.

Nomor Whatsapp yang digunakan BRT sempat mengalami trouble. Hal ini disebabkan traffic chat yang masuk sangat besar sehingga nomor untuk verifikasi dianggap spam.