SEMARANG (SUARABARU.ID)– Manajemen Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung, Semarang, terus membangun komitmen dan sinergi yang solid dengan Dewan Pengawas (Dewas) RSISA, untuk pengembangan dan kemajuan rumah sakit ini.
Dewas RSISA yang dipimpin Prof Dr Gunarto SH MH, yang didukung Prof Dr Hamdan Zoelva SH MH dan dr Oedjang Setijawan MSI Med SpB, memberikan angin segar dan motivasi bagi Direktur Utama RSISA, dr Agus Ujianto, untuk terus berkembang dan berproses.
Saat mengunjungi RSISA belum lama ini, Prof Gunarto meminta manajemen untuk meneladani kesuksesan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, dalam mencapai status sebagai World Class Islamic University.
BACA JUGA: SD Al Islam Pengkol Jepara Bikin Kejutan, Juara Umum MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 1!
”Selain itu juga, harus fokus pada kemajuan teknologi, pelayanan, serta peningkatan pendapatan, di tengah tantangan BPJS yang sangat relevan dan strategis,” kata Prof Gunarto, yang juga menjabat sebagai Rektor Unissula ini.
Menurut dia, penekanan pada profesionalisme, progresivitas, dan pemahaman terhadap perkembangan kebijakan serta dinamika peradaban, menjadi kunci untuk membawa RSISA menuju visi globalnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof Hamdan Zoelva menyatakan, pentingnya peningkatan mutu pendidikan, riset, dan pelayanan, untuk menciptakan ekosistem kesehatan yang sehat.
BACA JUGA: Reuni Emas, Alumni FEB UKSW Angkatan 75 Bersatu Kembali di Kampus Hebat Tanpa Sekat
”RSISA dan Unissula berpotensi bagus sebagai laboratorium dan workshop di bidang kesehatan, hukum, dan etika medikolegal yang sangat visioner,” sebutnya.
Sementara itu, dr Oedjang Setijawan, dr Farhat dan dr Darwito, yang memiliki latar belakang medis dan manajerial menyebutkan, kombinasi keahlian hukum dan medis-manajerial ini, menjadi aset yang sangat berharga bagi Dirut RSISA, dalam menjalankan roda kepemimpinannya.
”Kami merasa termotivasi atas dukungan Dewan Pengawas yang sangat positif. Dengan rekam jejak RSISA sebagai pusat unggulan di berbagai bidang, seperti bedah jantung, kardiologi, neuroscience, congenital center, eye center, pain center, DSA center, non-invasive center, dan berstandar syariah, kepercayaan pasien dari berbagai kalangan diharapkan akan terus meningkat,” ungkap dr Agus Ujianto.
BACA JUGA: Polda Jateng Berantas Premanisme, Ratusan Orang Diamankan
Dia juga ingin, ajakan ‘Ayo Beribadah dengan Berobat ke RSISA’ bukan hanya sekadar tagline saja. Tetapi juga representasi dari nilai-nilai islami, yang diusung dalam setiap aspek pelayanan.
Disampaikan dia, sinergi yang kuat antara manajemen rumah sakit dan Dewas, yang mendapat dukungan penuh dari Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Semarang, akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan World Class Islamic Teaching Hospital, yang berlandaskan nilai-nilai luhur, dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
”Keterlibatan Dewan Pengawas atas dasar ideologi yang sama untuk membangun umat melalui kesehatan, menunjukkan komitmen yang mendalam terhadap nilai-nilai Islam dalam pelayanan kesehatan,” terangnya.
Riyan













