blank
Penampilan Pedri saat Barcelona jumpa Valladolid, Minggu (4/5/2025). Foto: dok.fcbarcelona

blankOleh: Amir Machmud NS

// permata tak harus unjuk cahaya/ dia ada dengan kilau berbeda/ mengagungkan ruang/ mendatangkan keyakinan//
(Sajak “Pedri Gonzales”, 2025)

ANDAI Barcelona tidak dihentikan oleh Internazionale Milan di semifinal Liga Champions tahun ini, sejarah bakal menyajikan pemuncakan anak muda ini: Pedri Gonzales Lopez. Toh, sampai ke tahap empat besar Eropa pun, bukankah dia sudah mewartakan kehadiran di orbit atas dunia?

Ya, setelah era kehebatan trio Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez, siapa yang menjadi figur terpenting di lini tengah Barcelona?

Boleh jadi orang akan menyebut Lamine Yamal, mungkin pula Pablo Martin Paez Gavira alias Gavi. Bisa juga Pau Victor, Fermin Lopez, atau Jules Kounde.

Yamal adalah mutiara Barca yang paling menonjol, bahkan disebut-sebut sebagai calon terkuat pengganti Sang GOAT (Greatest of All Times) Leo Messi. Pemain 17 tahun berdarah Maroko – Guinea Khatulistiwa itu kini adalah “ruh” permainan Barcelona, satu di antara trisula dahsyat Robert Lewandowski – Raphinha – Lamine Yamal.

Selain trio penyerang yang menyejarah seperti Messi – Luis Suarez – Neymar Junior pada musim 2014 – 2017, Barca juga menyimpan kisah lini tengah yang impresif, terutama di era kejayaan Messi.

Kerinduan kepada Messi mulai terobati dengan kehadiran Yamal. Peran Xavi dalam proses diterusi oleh Gavi atau Pau Cubarsi. Sedangkan eksepsionalitas Iniesta diwarisi oleh Pedri Gonzales yang kini diakui sebagai “pengendali” irama permainan Barcelona.

Ketika Lamine Yamal menjadi cahaya Barcelona dengan “bla-bla-bla” media sejak meroket sebagai bintang La Furia Roja di Euro 2024, Pedri melejit sebagai pemain muda terpenting Barca tanpa publisitas yang semasif Yamal.

Pun, saat media banyak menjagokan Yamal sebagai calon peraih Ballon d’Or 2025 di samping Raphinha, diam-diam Pedri juga menyimpan peluang yang sama. Dia mengaku mengimpikan trofi tersebut, terinspirasi oleh sukses seniornya di timnas Spanyol — Rodri — yang tahun lalu memenanginya. Namun fokus Pedri sekarang adalah membantu Barca.

Kemenangan Rodri
Tahun lalu, Rodri yang bermain untuk Manchester City meraih Ballon d’Or, mengungguli dua andalan Real Madrid Vinicius Junior dan Jude Bellingham. Kemenangan Rodri sempat memunculkan protes kubu Madrid, namun banyak pihak membela Rodri, yang berandil besar mengantar City menjuarai Liga Primer 2023-2024 dan tim nasional Spanyol meraih trofi Euro.

Pedri terinspirasi sukses tersebut, karena dalam dua dekade terakhir Rodri adalah pemain bukan penyerang yang berjaya. Dia meneruskan sukses Fabio Cannavaro (2006), dan Luka Modric (2018) yang terpilih bukan karena produktivitas gol.

Baru saja mengantar Barcelona menjuarai Copa del Rey, Pedri Gonzales diakui sebagai salah satu pemain yang tampil konsisten sepanjang 2024-2025. Kini dia menjadi andalan Barca di pekan-pekan terakhir La Liga.

Realitas sukses Rodri menggumpalkan optimisme anak muda itu. “Rodri meraihnya. Hal itu menunjukkan bahwa seorang pemain tengah yang mendikte tempo dan ritme permainan bisa memenangi Ballon d’Or,” katanya.

Pengakuan terhadap peran anak muda 22 tahun itu juga tergambar dari keterpilihan sebagai Pemain Terbaik La Liga April 2025. Pedri mengalahkan nama-nama seperti Julian Álvarez (Atletico Madrid), kiper Giorgi Mamardashvili (Valencia CF), Javi Puado (Espanyol), dan Sergi Darder (Real Mallorca).

Keputusan tersebut menjadi ilustrasi konsistensi Pedri, yang selama bulan April bermain dalam empat pertandingan liga dengan total waktu bermain 345 menit. Kontribusi sentral di lini tengah menjadi salah satu kunci keberhasilan Barcelona meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang: 1-0 atas Real Mallorca (23/4), 4-3 atas Celta Vigo (19/4), 1-0 atas Leganes (13/4), dan imbang 1-1 melawan Real Betis (6/4).

Musim ini, Pedri menjadi pemain Barcelona keempat yang mendapat penghargaan tersebut, setelah Raphinha (Agustus), Lamine Yamal (September), dan Lewandowski (Oktober).

Pelatih Mallorca, Jagoba Arrasate, mengakui kehebatan Pedri. “Sudah lama saya tidak melihat gelandang seperti dia. Pedri telah membawa Barcelona ke level permainan yang lebih tinggi,” ujarnya, seperti dikutip Mundo Deportivo.

Setarakah Pedri dengan Andres Iniesta, legenda yang dia gantikan?

Iniesta, “pendamping terbaik” bagi Lionel Messi dalam mempresentasikan tiki-taka Barcelona, menjadi pemain sangat penting bagi timnas Spanyol. Dia adalah pencetak gol tunggal La Furia Roja dalam final Piala Dunia 2010. Di Blaugrana, visi kuat dan tekniknya yang prima membentuk trio legendaris bersama Messi dan Xavi Hernandez.

Sebagai pewaris kehebatan Iniesta, Pedri adalah pemain dengan visi dan kemampuan mengatur permainan. Dia kreatif, ahli dalam memenangkan bola, menyalurkan umpan-umpan matang. Kemahirannya sebagai pengatur irama tim diakui oleh Gavi sebagai sesama talenta muda Spanyol.

Kopa Throphy
Pada 2021, Pedri meraih Kopa Throhy, pengargaan untuk Pemain Muda Terbaik dalam acara Gala Ballon d’Or di Paris. Dia mengungguli sederet wonderkid pada saat itu, dari Jude Bellingham, Jamal Musiala, Mason Greenwood, Nuno Mendes, hingga Bukayo Saka.

Impian untuk meraih Ballon d’Or tentu bukan angan yang berlebihan, namun dia harus bersaing dengan rekan satu klubnya, Raphinha yang juga dijagokan bersama bintang Liverpool Mohamed Salah.

Toni Kroos, legenda Real Madrid yang musim lalu gantung sepatu memuji Pedri sebagai gelandang tengah terbaik dunia saat ini. Mantan gelandang elegan Jerman ini bahkan menilai Pedri lebih penting dari Trisula Lewandowski, Raphinha, dan Lamine Yamal.

Pemain yang meraih 22 trofi bersama Madrid itu menjelaskan, Trio Barca memang banyak menentukan hasil pertandingan, namun Pedri adalah pemain terbaik dunia di posisinya.

Dalam siniar Einfach mal Luppen yang dikutip detik.com 5 Mei 2025, Kroos menganalisis, secara umum Pedri adalah pemain yang akan dirindukan ketika dia absen, tidak peduli siapa pun lawannya. “Dia tidak mencetak gol atau assist. Dia menawarkan banyak solusi,” ujarnya.

Bagaimanapun, Pedri Gonzales menjadi simbol pemain yang tidak terkemas dalam “bla-bla-bla” publisitas media, tetapi dia memainkan peran nyata bagi Barcelona dan timnas Spanyol.

Dia sedikit berada dalam “sunyi”, namun betul-betul “memberi”…

Amir Machmud NS; wartawan Suarabaru.Id, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah