blank
Ustadz Taufik Uswanto di Muwaafiq Farm. Foto: Ning S (SUARABARUI.ID)

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Sebentar lagi, seluruh umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha, tepatnya pada 10 Dzuhijah yang jatuh pada 6 Juni 2025.

Jelang Idul Adha, para penjual hewan kurban baik kambing, domba maupun sapi sudah mulai menjamur dan menawarkan berbagai jenis dagangannya dengan harga yang bervariasi.

Penjualan hewan kurban biasanya akan meningkat pesat saat mendekati Idul Adha, dengan harga yang cenderung naik. Tidak sedikit pedagang yang sudah mempersiapkan stok hewan dagangannya dari jauh-jauh hari, karena biasanya mereka juga sudah mendapatkan banyak pesanan.

Seperti yang dialami Taufik Uswanto (35), seorang ustadz warga Desa Kaligetas, Kelurahan Purwosari RT.03/04 Kecamatan Mijen, Kota Semarang ini sudah mendapat banyak pesanan kambing maupun domba meski Idul Adha masih cukup lama. Di rumahnya, Taufik memelihara banyak domba dan kambing dengan tempat terpisah.

Ustadz Taufik mengaku mulai tertarik menekuni berdagang kambing dan domba sejak 2017. Ia memiliki peternakan yang diberi nama ‘Muwaafiq Farm”. Setiap moment Idul Adha, Taufik mampu menjual sebanyak 250 ekor kambing maupun domba yang mayoritas pembelinya dari Kota Semarang.

“Kambing dan domba yang kami siapkan sebagian merupakan hasil peternakan sendiri, dan sebagian lagi kita membeli dari pasar. Hingga hari ini Alhamdulillah sudah laku terjual 50 ekor,” ujar Taufik di lokasi Muwaafiq Farm, Selasa (6/5/2025).

Menurut Taufik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih kambing kurban, diantaranya usia kambing kurban harus sudah mencapai usia minimal satu tahun, dan harus dipastikan kambing dalam kondisi sehat dan tidak ada penyakit.

“Kambing harus memenuhi syarat sah untuk kurban, seperti tidak cacat, dan lainnya,” kata Taufik yang kesehariannya berprofesi sebagai guru di Sekolah Alam Islam (SAI) ‘Aisyah, di Cepoko Gunung Pati, Semarang.

Untuk harga kambing kurban yang ditawarkan bervariasi dengan harga terjangkau, tergantung pada ukuran, jenis, dan kualitasnya. Di Muwaafiq Farm sendiri, Taufik menawarkan harga beragam. Untuk domba betina dengan berat 20-23 kg harga Rp1.500.000, berat 27- 33,0 harga 2.000.000.

Untuk domba jantan 16-19 kg ditawarkan Rp1.750.000, 20-23 kg harga Rp2.000.000, 25-28 kg harga Rp2.500.000, 30-33 kg harga Rp3.000.000, 35-38 kg harga Rp3.500.000, 40-43 kg harga Rp4.000.000, 45-48 kg harga 4.500.000, 50- 53 kg harga 5.000.000.

Sedangkan untuk kambing, dengan berat 24 – 28 kg harga yang ditawarkan Rp2.700.000, 30 – 35 kg harga Rp3.400.000, dan berat 40 – 45 kg harga Rp4.100.000.

Terkait adanya efisiensi anggaran 2025, Taufik tidak mempermasalahkan hal itu. Mengutip Dalamislam.com, kebanyakan para ulama fiqih dari mazhab Syafi’i, Hambali dan Maliki berkata jika kurban hukumnya sunnat muakkad dan tidak diperkenankan atau makhruh untuk meninggalkannya untuk seseorang yang sudah memiliki harta berlebih.

Sementara menurut mazhab Hanafi adalah hukumnya wajib bagi mereka yang mampu. Ukuran mampu dalam berkurban pada dasarnya sama dengan ukuran kemampuan dalam shadaqah, yakni memiliki kelebihan harta atau uang sesudah kebutuhan sandang, pangan dan papan tercukupi dan kebutuhan penyempurna yang lazim untuk seseorang.

Selain menyediakan kambing dan domba saat moment Idul Adha, dalam sehari-harinya Ustadz Taufik juga menerima pemesanan kambing untuk acara akikah.

Ning S