blank
Foto: Dokumentasi Mutia Vie dan Tadika Mesra

CIREBON (SUARABARU.ID) -Setelah tampil di Buka Luwur Hari Jadi Jepara dan berpartisipasi dalam Event Bumi Kartini Menari di alun-alun Jepara, Kini dua grup tari asal Jepara yaitu Sanggar Tari Mutia Vie bersama Tadika Mesra berkesempatan mementaskan pertunjukan tari dalam acara ulang tahun ke-33 Sekar Pandan Art Festival di kompleks Keraton Cirebon pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Pertunjukan tari yang diproduseri oleh Joharta dengan judul Bambangan Cakil oleh penari Egi dan Satria serta Wanara Yaksa oleh Naurel, Bila, Rama dan Arya ini berhasil menghipnotis penonton yang hadir. Acara tersebut juga disaksikan oleh Wali Kota Cirebon beserta  tamu undangan dan ratusan masyarakat Cirebon.

blank
Penampilan memukai Sanggar Tari Mutia Vie dan Tadika Mesra

“Pada dasarnya untuk pentas produksi, anak-anak ini memang sudah proper dan siap untuk melakukan pentas maupun pagelaran. Mereka memang sudah siap dan berproses lama” ucap Joharta.

Joharta menyampaikan harapannya, setelah melihat progress yang ada, dia merasa perlu untuk keluar ke daerah lain mengenalkan bahwa Jepara juga memiliki penari-penari yang berprogress. Dia juga menyampaikan agar sebagai pelaku tari, terutama Sanggar Tari Mutia Vie dan Tadika Mesra tetap tidak Lelah untuk terus berlatih mengikuti perkembangan zaman.

blank
Foto: Dok Sanggar Tari Mutia Viee dfan Tadika Meresra

“Perkembangan zaman di sini juga meliputi sisi industri seni dan branding diri serta kelompok yang kuat, tanpa mengurangi sisi kebudayaan dan kesenian tradisinya. Dengan semakin berprogress saya yakin akan ada support yang massif dari berbagai piha,.”ucap Joharta.

Sementara itu Teguh selaku pimpinan sanggar menyampaikan terima kasihnya atas sambutan yang baik dari berbagai pihak yang terlibat.

“Tujuan kami sebenarnya adalah bagaimana agar ekosistem tari di Jepara semakin baik dan semakin baik lagi. Yang kami bisa lakukan saat ini adalah selalu mengapresiasi anak-anak muda yang gemar menari dan mencintai seni tradisi menari ini agar tradisi tidak hilang dan semakin bertumbuh,  pungkas Teguh.

Hadepe – Septiana