blank
Ketua PMI Kebumen Sabar irianto bersama staf dan sukarelawan yang dikirim ke tanggap darurat bencana alam Brebes.(Foto:SB/Humas PMI)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen mengirimkan 5 sukarelawan dalam merespons tanggap darurat bencana alam tanah bergerak yang melanda Sirampok, Kabupaten Brebes.

Sukarelawan dilepas dan diantar langsung oleh Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto didampingi Staf Markas Kasi Administrasi Didik Novendi dan Kasi Pelayanan Penanggulangan Bencana Qosim Jamaluddin Rabu (30/5).

Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PMI Povinsi Jateng untuk kebutuhan SDM dalam respons bencana tanah bergerak di wilayah Brebes

Pihaknya menerangkan, setelah ada edaran dari PMI Provinsi terhadap respons tanggap darurat tanah bergerak Brebes, PMI Kebumen berkoordinasi lebih lanjut terkait kebutuhan apa saja bisa dibantu.

“Ternyata di sana membutuhkan suplai Sumber Daya Manusia untuk di beberapa bidang keahlian seperti logistik dan lain sebagainya. Akhirnya kami koordinasi internal dengan beberapa staf dan langsung berangkatkan relawan untuk tugas di sana,”ujar  Sabar Irianto.

blank
Sukarelawan PMI Kebumen menurunkan logistik bantuan di lokasi bencana Sirampok, Brebes, baru-baru ini.(Foto:SB/Humas PMI)

Sukarelawan ditugaskan dalam tanggap darurat bencana selama sepekan terhitung sejak 30 April hingga 07 Mei 2025. Terdiri dari berbagai bidang keahlian, seperti wash, logistik dan relief distribusi

Para sukarelawan yang diberangkatkan terdiri atas Aji Pangestu, Dimas Aditya F, Dimas Pramudita P, M. Efendi Z, dan Bayu Ady Pradana.

Sukarelawan yang bertugas  M Efendi Zakarsy mengungkapkan perasaannya dalam bertugas. Dirinya  turut prihatin terhadap para korban bencana dan pihaknya terus membantu para pengungsi untuk memenuhi kebutuhan logistik harian.

Menurut Efendi, rutinitas sukarelawan dalam masa tugas di bencana alam kali ini cukup padat. Seperti pagi diawali dengan apel dan briefing dengan semua unsur sukarelawan yang terlibat. Kemudian membantu di dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan paran korban terdampak, kemudian di bagian wash benar benar membantu sanitasi dan kebersihan MCK untuk korban pengungsian.

“Tidak hanya itu di sini kami ada istilah yang namanya Trauma Healing, kita menghibur juga para pengungsi di sini dengan bermain bersama anak-anak, mengaji bersama setelah adzan Maghrib, dan masih banyak lagi kegiatan kami lainnya,”terang Efendi.

Bencana alam melanda Desa Mandala, Kecamatan Sirampong, Kabupaten Brebes, sejak Kamis (17/4), mengakibatkan sejumlah 592 jiwa atau 174 KK terdampak. Sebanyak 326 jiwa mengungsi di Lapangan Futsal Gunung Poh Desa Mandala dan Dukuh Krajan, serta sebanyak 266 mengungsi di rumah keluarga yang dianggap aman.

Komper Wardopo