KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Pabrik sarung tangan yang melibatkan investor Korea Selatan akan segera dibangun di Kabupaten Kebumen.
Pabrik tersebut akan bisa menyerap tenaga kerja 1.000-5.000 orang. Berdiri di wilayah Gombong barat (Desa Purwonangi, Kecamtan Buaya.
Bahkan investasi ini sudah dirintis secara serius sejak era Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, dan kini dilanjutkan oleh Bupati Lilis Nuryani.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah menerima Direktur Utama PT JJG Spotec Indo Mr Kim, pemimpin pabrik sarung tangan asal Korea Selatan. Kedatangan Kim diterima Bupati di ruang kerjanya, Gedung A komplek Setda Kebumen, Jumat (2/5).
Ikut mendampingi Bupati atara lain Sekda Edi Rianto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Joni Hernawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan (LHKP) Asep Nurdiana, Kepala Bappeda Bahrun Munawir, dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Sri Kuntarti.
Bupati menyampaikan rasa syukur, pabrik sarung tangan PT JJG Spotec Indo akan segera berdiri di Kebumen. Rencana groundbreaking akan dimulai pada bulan ini. Hal ini setelah izin pembangunan pabrik dari Kementerian Lingkungan Hidup telah terbit.
“Alhamdulillah kemarin kita minta kepada Menteri Lingkungan Hidup agar proses izinnya segera disetujui, dan Alhamdulilah satu hari langsung selesai, dan rencananya groundbreaking akan dimulai bulan ini,”ujar Lilis.
Sesuai rencanan, pabrik akan berdiri di atas tanah seluas 1,9 hektare, dan akan bisa menyerap tenaga kerja 1.000-5.000 orang warga lokal. Bupati optimistis, pendirian pabrik ini bakal bisa membantu pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran.
“Karena itu Pemerintah harus mendorong agar lebih cepat untuk berdiri, pokoknya menyangkut investasi kita permudah izinnya, jangan pakai lama,”tandas Lilis.
Menurut Bupati, Pemerintah telah menyiapkan tenaga kerja dengan lebih dulu mengikuti pelatihan keterampilan di BLK Kebumen selama tiga bulan. Diharapkan saat pabrik resmi dibuka, sumber daya manusia sudah siap bekerja.
“Artinya sudah kita siapkan semua, dari proses pendirian, izin sampai tenaga kerja kita juga siapkan, diberikan dulu pelatihan di BLK,”terang Lilis.
Sementara itu Mr Kim menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Daerah, sehingga pabrik sarung tangan ini bisa mengembangkan sayap sampai Kebumen. Pabrik pertama telah berdiri di Klaten yang sudah mampu memproduksi 400.000 sarung tangan per bulan.
“Terima kasih untuk pemerintah, doakan semoga pembangunan bisa lancar, dan bisa memberikan manfaat untuk kita semua, khususnya untuk warga Kebumen,”ucap Kim.
Pabrik sarung tangan asal Korea ini sudah cukup dikenal dan menghasilkan produk berkualitas. Beberapa brand terkenal di Indonesia juga mempercayakan produksinya di perusahaan ini, dan banyak produksinya sudah diekspor ke luar negeri.
Komper Wardopo













