KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Anggota Komisi E DPRD Jateng yang juga Ketua DPC PDIP Kebumen Saiful Hadi, Jumat (25/4) sore mengumpulkan para budayawan, dalang, serta juru kunci makam.
Pertemuan di rumah aspirasi dan Posko Utut Adianto dan Saiful Hadi Jalan Piere Tendean Desa Kutosari Kebumen itu untuk menyerap aspirasi dan meminta masukan para pelaku seni budaya serta juru kunci makam. Terlebih selama ini perhatian Pemerintah terhadap juru kunci nyaris belum ada.
Hadir antara lain dalang wayang kulit Ki Bondan dan KI Wartun. Juru kunci yang hadir ada 15 orang. Antara lain dari Makam Kolopaking Desa Kalijirek, Kecamatan Kebumen, Makam Arungbinang Desa Kuwarisan Kutowinangun, Makam Kepadangan (Makam Untung Suropati) di Desa Clapar, Karanggayam dan makam Kajoran, Karanggayam.
Saiful Hadi kepada para dalang dan pelaku budaya serta juru makam menyatakan, pihaknya sore itu bersilaturahmi dengan para pelaku budaya dan juru kunci untuk menerima masukan dan mencari solusi untuk membangun kebudayaan daerah dan memperhatikan nasib para juru kunci makam.

Pihaknya sebagai wakil rakyat akan menyalurkan aspirasi tersebut ke Pemrov Jateng dan Pemkab Kebumen. Sebagai misal, anggaran pertunjukan wayang kulit dari Pemkab hanya Rp 15 juta sudah termasuk honor dalang, sewa panggung pertunjukan hingga sewa sound system.
Tanggapan Makin Jarang
Ki Wartun, selaku dalang mengaku sedih karena saat ini makin jarang ada tanggapan wayang kulit. Berbeda dengan di masa lalu, wayang kulit masih lumayan laku di masyarakat. Pihaknya berharap Pemerintah dan DPRD sering menangap wayang kulit agar para dalang bisa bernafas.
”Saat ini kami benar-benar sepi dan jarang ada tanggapan. Kami sedih karena seni wayang kulit makin terpinggirkan. Kami berharap kepada Pak Saiful Hadi selaku DPRD Jateng terus bisa memperjuangkan nasib dalang,”keluh Wartun.
Sementara itu Arif Priyantoro yang juga budayawan dan termasuk paguyuban kerabat Keraton Kasunanan Surakarta di Kebumen mendukung langkah Saiful Hadi untuk mengumpulkan para juru kunci makam dan dalang. Pihaknya siap membentuk paguyuban para juru kunci agar mereka lebih terorganisir dan Pemerintah lebh memikirkan.
“Satu hal yang juga harus dipahami para juru kunci ini minimal harus paham silsilah atau garis keturunan tokoh yang ada di makam yang dijaga dan dirawat. Tahap awal kami akan membentuk paguyuban,”terang Arif.
Sedangkan Ketua DPC PDIP Kebumen Saiful Hadi yang juga anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng berharap melalui pertemuan itu akan ada tindak lanjut dan langkah konkrit. Pihaknya juga akan menanggap wayang kulit semalam suntuk di Desa Kertodeso, Kecamatan Mirit.
Terkait nasib para juru kunci, Saiful Hadi mengaku sangat prihatin. Sebab mereka hanya memperoleh sekadar rezeki dari para peziarah yang peduli. Oleh karena itu pihaknya akan menyalurkan aspirasi dan menyampaikan ke Pemprov Jateng dan Pemkab Kebumen agar nasib para juru kunci penjaga makam lebih diperhatikan.
“Para juru kunci ini relatif tak ada yang memperhatikan. Hanya di makam tokoh besar ada satu dua peziarah yang berbaik hari dan jadi tokoh sering ninggali rezeki juru kunci. Namun di Kebumen ini ada 460 desa dan ada ratusan makam di mana para juru kunci itu umumnya belum ada yang memikirkan,”tandas wakil rakyat dari Ayah itu.
Komper Wardopo













