WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo, menekankan, pelatihan bukan hanya bentuk kesiapan pisik. Tapi juga untuk melakukan penguatan mental dan respons personel terhadap dinamika di lapangan, serta peningkatan ketrampilan cara bertindak, termasuk saat melakukan manuver (gerak tangkas dan cepat) penembakan gas air mata pada posisi membonceng sepeda motor.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, meyatakan, penegasan Kapolres tersebut diberikan pada kegiatan pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme Kompi Pengendalian Massa (Dalmas) Polres Wonogiri. Utamanya dalam mempersiapkan Dalmas guna menanganani kemunculan aksi massa unjuk rasa (Unras).
Upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam mengantisipasi tindakan anarkis massa yang melakukan aksi Unras, kini tengah dilakukan oleh Kompi Dalmas Polres Wonogiri. Pelatihan digelar di halaman Mapolres Wonogiri.
Kepada semua anggota Kompi Dalmas, diberikan pembekalan tentang pentingnya memahami teori penanganan aksi massa yang melakukan Unras. Juga pembimbingan teknis strategis cara bertindak sesuai Standard Operating Procedure (SOP) dan pelatihan keterampilan personel sesuai peran masing-masing. Baik personel yang berada di peleton (Ton) Dalmas awal dan Ton Dalmas lanjutan.
Kegiatan pelatihan keterampilan personel, difokuskan pada penguatan formasi Dalmas awal dan Dalmas lanjutan, penggunaan perlengkapan secara tepat. Termasuk pelatihan meningkatkan keterampilan personel yang bertugas sebagai penembak gas air mata. Baik yang dilakukan dalam posisi jongkok, maupun saat tampil melakukan manuver penembakan dalam posisi sebagai pembonceng sepeda motor.
Humanis
Dalam pelatihan, juga disajikan skenario pengamanan Unras sesuai pentahapannya, yakni mengedepankan pendekatan humanis melalui negosiasi dengan pihak Korlap (Koordinator Lapangan). Manakala itu gagal, baru dilakukan tahapan lanjut dengan tindakan yang terukur.
Latihan ini, bertujuan untuk memastikan seluruh personel mampu bertindak cepat, tepat dan profesional, dalam menghadapi situasi kemunculan aksi massa. Kapolres menekannya, pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama yang harus dikedepankan, sesuai dengan kebijakan Polri yang Presisi.
Personel dilatih untuk mampu membedakan pendekatan yang digunakan dalam tiap situasi, serta menjalin komunikasi yang efektif dengan para koordinator aksi. Pelatihan ini, akan terus dilakukan secara berkala, agar setiap personel memiliki kesiapsiagaan, manakala harus menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan.
“Dengan latihan rutin seperti ini, kita harapkan respons anggota di lapangan akan semakin sigap, namun harus tetap mengedepankan sikap santun dan profesional,” tegas Kapolres AKBP Jarot Sungkowo.(Bambang Pur)













