blank
Hartoyo di atas Kolam Pemancingan Raja Pikat miliknya di Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Membuat usaha untuk mengisi masa pension sering dilakukan orang. Tujuannya, selain untuk mengisi kegiatan juga untuk mendapatkan penghasilan.

Itu juga yang tampaknya dilakukan Hartoyo, Kepala Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Dia membudidayakan ikan nila yang dinilai menjanjikan, sebab banyak keuntungan yang didapatkannya.

“Budi daya ikan nila yang baik ternyata berdasarkan antara lain ditentukan oleh kolam yang dipergunakan untuk proses tumbuhnya ikan,” kata Hartoyo.

Hartoyo membudidayakan ikan nila tidak jauh dari tempat tinggalnya dan masih berada dalam satu desa yakni di Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan.

25 Ribu Ekor

Menurut Hartoyo, sejak sebulan lalu dia sudah menaburkan bibit nila di kolam miliknya yang berukuran 10 x 65 meter.

“Saya tebar 25 ribu ekor bibit nila size 4×6 di kolam tanah dengan ukuran 10 x 65 meter. Sekarang sudah tiga bulan, sebentar lagi panen,” jelas Hartoyo, yang usai pulang kantor langsung mengurusi kolam ikan nilanya.

Untuk budi daya ikan nila ini, Hartoyo mengaku tidak langsung menebarkan bibit begitu saja. Namun, ia belajar dari banyak sumber, baik bertanya langsung kepada yang ahli maupun lewat buku atau internet.

“Ini saya juga belajar dari berbagai sumber. Untuk menaburkan bibit nila itu ternyata tergantung luasan kolam. Kolamnya bisa kolam tanah seperti saya ini atau kolam beton. Kalau kolam tanah itu biasanya 40 ribu ekor bibit yang disebar. Kalau kolam beton itu sekitar 20 ribuan ekor. Tetapi ini saya coba untuk 25 ribu ekor dulu,” ujar Hartoyo.

Perlahan Mundur dari Koi

Sebelumnya budidaya Nila, Hartoyo dikenal masyaraat karena eksis sebagai peternak ikan koi. Akan tetapi, ia perlahan mundur karena hambatan yang dialaminya yakni banyaknya penyakit yang menjangkiti ikan koi yang dibudidayakannya.