
“Kalau ikan koi itu susah susah gampang. Kemudian, saya berpikir bagaimana kalau budidaya nila. Ternyata kalau budidaya nila itu menyenangkan. Ya seperti ini, sore sore kasih makan nila. Bisa bercanda sama istri, anak dan cucu,” jelas Hartoyo.
Hartoyo melihat potensi budi daya ikan nila karena banyaknya masyarakat Grobogan yang suka mengonsumsi ikan air tawar, seperti nila atau lele. Ia memilih nila dibandingkan lele, meski dari sisi gizi, keduanya memiliki kandungan protein gizi yang baik.
“Ini kalau dijual satu kilo isinya satu sampai tiga ekor dengan ukuran besar,” jelas Hartoyo.
Hartoyo mengungkapkan, awal-awal budidaya ikan nila juga mengalami hambatan. Bahkan, ia berbagi pengalamannya pernah mengalami kerugian karena hampir dua kuintal ikan nila yang ditebarkannya itu mati.
“Akhirnya saya tanya sama yang ahli, ini kenapa ikan saya yang ditebar tiga bulan lalu dan tinggal panen ini malah mati mendadak. Ternyata penyebabnya adalah kekurangan oksigen. Jadi, kalau menebarkan benih ya itu tadi, sesuai dengan luasan kolam yang ada supaya ketika nila ini besar, kelangsungan hidup mereka tetap terjamin,” jelas Hartoyo.
Mina Padi
Hartoyo ingin tidak hanya berfokus pada budidaya nila saja. Ia sudah merancang konsep mina padi yang diharapkan bisa menghasilkan dua kali, yakni dari sisi panen padi dan panen ikan.
Menurut dia, potensi itu bisa dilakukan di Desa Lemahputih. Lahan pertanian yang luas sudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bertani. Namun kembali lagi dari sisi negatifnya jika padda saat musim hujan Desa Lemahputih ini rawan banjir, terutama di Dusun Mlakas. Sedangkan saat musim kemarau, kesulitan air sering mendera para petani dan masyarakat.
“Potensi yang sebenarnya lebih bagus itu model mina padi. Sawah ditanami padi sekaligus bisa budidya ikan, seperti nila atau lele. Jika bicara untung atau rugi, jelas ada yang menguntungkan dengan konsep ini, padi tidak akan terserang hamma tikus dan wereng, tetapi ikan juga perlu pengairan yang bersih di samping tidak butuh pakan yang banyak, ” jelas alumnus Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Terbuka ini.
Tya Wiedya













