blank
Ketua PPPI Jateng Ernie Firmianti berbicara di depan peserta diskusi dan halal-bihalan. Foto: wied

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Halal bihalal Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia Indonesia (PPPI) Jawa Tengah digelar tidak secara biasa, di Hotel Azana Jalan Jenderal Sudirman Semarang, Selasa (15/4/2025).

Acaranya tidak diisi dengan acara seperti umumnya halal-bihalal, tetapi dengan diskusi yang menghadirkan tiga narasumber Prof Ridwan Sanjaya, Stephani Inggrit (keduanya dari Unika Soegijapranata), dan Noor Udin Ung, pakar DKV dosen Universitas Binus Semarang yang dipandu Unik Agung Mumpuni.

Acara diikuti para anggota PPPI, para wartawan, dan relasi, dengan topik diskusi yang menarik, karena berbicara tentang AI (Artifisial Intelligence atau Akal Imitasi) dengan tema “Titik Cerah di Tengah Disrupsi Bisnis Periklanan).

Prof Dr Ridwan Sanjaya, pakar sitem informasi dari Unika Soegijapranata menyampaikan, akhirnya kita harus menerima perubahan. Dia pun memutar video iklan popular awal tahun 2000-an, yaitu gadis penjaga gerbang tol.

Elma Theana sebagai bintang iklannya, amat popular kala itu, menawarkan sebuah produk vitamin C. Kala itu, melewati jalan tol pengguna harus membayar dengan uang tunai.

blank
Stephani Inggrit menyampaikan paparan tentang penggunaan AI dalam industri periklanan. Foto: wied

“Tetapi sekarang gerbang tol tidak ada penjaganya. Sekarang menggunakan e-toll, dan ke depan sudah cardless,” ujar Prof Ridwan.

Perkembangan teknologi informasi melaju dengan cepat, dan kita harus bisa menerima. Dituturkan, AI sudah ada sejak tahun 50-an di pertemuan di Dartmouth beberapa tokoh memunculkan istilah AI.