blank
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wabup Bellinda Birton saat hadir dalam pengajian Gus Iqdam di Alun-alun Simpangtujuh Kudus. foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Ribuan warga tumpah ruah di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus pada Minggu malam (13/4/2025) dalam acara Halalbihalal Warga Kudus yang dibalut dengan ngaji bareng dai muda karismatik, Muhammad Iqdam Kholid  atau yang akrab disapa Gus Iqdam. Antusiasme masyarakat begitu luar biasa, membuktikan betapa kuatnya semangat kebersamaan dan ukhuwah di Kota Kretek ini.

Acara istimewa ini dihadiri langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Wakil Bupati Bellinda Birton. Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani mengajak seluruh masyarakat mengikuti pengajian dengan tertib dan penuh kekhidmatan.

“Alhamdulillah, Gus Iqdam, sosok panutan kita semua, telah hadir di tengah-tengah warga Kudus. Semoga acara ini mempererat tali silaturahmi dan membawa berkah untuk kita semua,” ungkapnya.

Menurut Sam’ani, kehadiran Gus Iqdam bukan sekadar menyampaikan dakwah keagamaan, tetapi juga menjadi simbol semangat cinta tanah air dan toleransi di tengah keberagaman. Ia berharap momentum Halalbihalal ini bisa menjadi titik awal terwujudnya “Kudus Sehat” — Kudus yang Sejahtera, Harmonis, dan Bertakwa.

“Kami memohon doa restu dari masyarakat agar kami bisa menjalankan visi dan misi pembangunan dengan baik. Masih banyak persoalan yang harus diselesaikan, dari perbaikan infrastruktur hingga pengelolaan sampah dan energi,” lanjutnya.

Baca juga:

Halalbihalal di Kudus: Gus Iqdam Sebut Gubernur Ahmad Luthfi Pemimpin yang Visioner

Kasus Dugaan Korupsi Proyek SIHT Kudus Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang juga turut hadir, menyebut bahwa Halalbihalal Warga Kudus ini sangat istimewa karena mempertemukan ulama dan umara dalam satu panggung. Ia optimis, sinergi ini akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

“Jika ulama dan umara bersatu, insyaallah rakyat akan hidup dalam kesejahteraan dan kedamaian,” tuturnya.

Di tengah lautan jamaah, Gus Iqdam—yang memiliki nama lengkap Muhammad Iqdam Kholid—turut mengungkapkan kekagumannya terhadap sambutan hangat warga Kudus. Bahkan, ia melihat banyak warga sudah ‘ngapling’ tempat sejak sore hari demi bisa mengikuti tausiyah secara langsung.

“Sejak saya tiba di Pendapa Kabupaten, saya sudah merasakan suasana Halalbihalal yang hangat. Apalagi saat melihat Alun-Alun penuh sesak, hati saya pun ikut bahagia,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, dai muda asal Blitar ini menekankan pentingnya menjadi pribadi yang mudah memaafkan dan tidak menyimpan dendam. Ia mengingatkan bahwa amal ibadah yang besar bisa menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan akhlak yang mulia.

“Orang yang muflis (bangkrut) di akhirat adalah mereka yang rajin ibadah, tapi suka menyakiti orang lain, mencaci, dan enggan meminta maaf. Mari kita hindari sikap seperti itu,” pesannya.

Acara yang penuh makna ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kudus Endhah Sam’ani Intakoris, jajaran Forkopimda Kudus, serta kepala daerah dari Pati dan Demak beserta wakilnya. Momen ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antarwilayah demi mewujudkan masyarakat yang rukun dan berdaya.

Ali Bustomi