blank
Menyambut Perayaan Paskah, umat Kristiani dari jemaat GKJ Pepanthan Bulukerto, Wonogiri, Minggu (13/4/25), menggelar ibadah Minggu Palma.(Dok.Pendim 0728)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Umat Kristiani, Minggu (13/4/25), menggelar Ibadah Misa Minggu Palma. Liturgi ini, adalah ibadah peringatan kedatangan Yesus ke Yerusalem dan kesengsaraan-Nya, sebelum disalibkan. Ibadah ini, dilakukan setiap hari Minggu sebelum Paskah.

Ini sebagaimana dilakukan oleh para jemaat umat Kristiani di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pepanthan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Hari Minggu (13/4/25). Pelda Budi bersama Kopka Jainal dari Koramil-21/Buluerto Kodim 0728 Wonogiri, tampil melakukan pengamanan. Ibadah Misa Minggu Palma, bertempat di Balai Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri.

Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono melalui Penerangan Kodim (Pendim) Pelda Indra, menyatakan, pengamanan dilakukan untuk menjaga agar situasinya tetap kondusif. Berlangsung dalam keadaan aman, nyaman dan tenteram. Langkah pengamanan bersama para personel Babinsa dan dari kepolisian ini, akan dilakukan terus pada setiap tahapan perayaan Paskah.

Sementara itu, Pendeta Yahya Tirta Perwita, mengucapkan banyak terimakasih kepada jajaran TNI dari Koramil Bulukerto yang sudah peduli memberikan pengamanan di gerejanya.

Minggu Palma atau disebut Hari Minggu Palma Mengenang Sengsara Tuhan, adalah hari peringatan dalam liturgi Gereja-gereja Kekristenan Timur dan Gereja Katolik Roma. Yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah. Ibadan ini, merujuk kepada peristiwa yang dicatat pada empat Injil. Yaitu Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44 dan Yohanes 12:12-19.

Dalam ibadah itu, dikenang peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem dan dielu-elukan oleh orang banyak. Masuknya Yesus ke Kota Suci Yerusalem, adalah hal yang istimewa, sebab itu terjadi sebelum Yesus disiksa, mati dan bangkit dari kematian. Itulah sebabnya, Minggu Palma disebut pembuka Pekan Suci, yang fokus pada pekan terakhir Yesus di Kota Yerusalem.

Dalam liturgi Minggu Palma, umat membawa serta daun Palem. Ini menjadi bentuk manifestasi untuk penggambaran orang banyak yang dulu mengelu-elukan Yesus dengan daun Palem.(Bambang Pur)