KUDUS (SUARABARU.ID) – Harga kelapa parut di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kudus mengalami lonjakan signifikan menjelang Lebaran Ketupat, yang dirayakan sepekan setelah Idul Fitri. Kenaikan ini menjadi keluhan bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang membutuhkan kelapa parut untuk berbagai hidangan khas Lebaran.
Berdasarkan pantauan di Pasar Bitingan Kudus, harga kelapa parut saat ini berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per butir, tergantung ukurannya. Angka ini melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan harga sebelumnya yang hanya Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per butir.
Sukariah, salah seorang pedagang kelapa parut, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Menurutnya, salah satu faktor utama penyebab kenaikan harga adalah terbatasnya pasokan kelapa di pasaran.
“Sebenarnya, kenaikan harga ini tidak hanya terjadi saat Lebaran. Sebelumnya pun harga sudah mulai naik karena pasokan kelapa yang semakin sulit,” ujarnya pada Kamis (7/3).
Ia menambahkan bahwa pasokan kelapa parut semakin terbatas karena banyak kelapa yang diekspor ke luar negeri, mengingat harga jualnya lebih tinggi dibandingkan di pasar domestik. Akibatnya, stok untuk pasar tradisional berkurang, yang pada akhirnya menyebabkan lonjakan harga.
Kenaikan harga kelapa parut ini menjadi beban tambahan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tengah mempersiapkan hidangan khas Lebaran. Santan dari kelapa parut menjadi bahan utama dalam berbagai masakan, seperti opor ayam. Selain itu, kelapa parut juga digunakan dalam pembuatan lepet ketan, makanan tradisional yang kerap disajikan sebagai pendamping ketupat.
“Tentunya ini sangat memberatkan. Dengan harga kelapa yang mahal, kami harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membuat hidangan khas Lebaran Ketupat,” keluh Yuli, salah seorang pembeli.
Dengan kondisi ini, masyarakat berharap ada upaya dari pihak terkait untuk menstabilkan harga kelapa parut agar tetap terjangkau, terutama saat momen-momen penting seperti Lebaran Ketupat.
Ali Bustomi













