blank
Kepala Disnakertrans Grobogan Teguh Harjokusumo saat membuka pelatihan kewirausahaan pemula beberapa waktu lalu. Foto: Tya Wiedya

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Grobogan memangkas 17 paket pelatihan yang biasa diselenggarakan menjadi delapan karena dampak efisiensi.

Kepala Disnakertrans Grobogan Teguh Harjokusumo menyebutkan, kegiatan pelatihan mestinya sebanyak 25 pelatihan di UPT Balai Latihan Kerja Kabupaten Grobogan yang dianggarkan dari APBN tersebut, kini menyisakan delapan pelatihan.

“Terjun bebas. Dari 25 paket pelatihan, hanya tinggal delapan paket pelatihan saja,” ujar Teguh Harjokusumo, Senin 3 Maret 2025.

Teguh menjelaskan, untuk paket pelatihan berbasis kompetensi dari anggaran APBN 2025, seharusnya dari DPA yang ditetapkan adalah 25 Paket pelatihan.

“Setelah ada efisiensi sesuai Inpres No 1 Tahun 2025, menjadi 8 Paket pelatihan,” tambahnya.

Tidak hanya pelatihan bagi pekerja yang akan dipangkas, untuk SPPD diambil 75 persen. Artinya, penyelenggaraan perjalanan dinas hanya 25 persen saja.

“Untuk SPPD diambil 75 persen. Itu belum kegiatan lainnya, termasuk kegiatan pelatihan tadi,” ujar Teguh.

Teguh mengungkapkan sebelum ada Inpres tersebut, Kabupaten Grobogan termasuk yang mendapatkan paket pelatihan lebih banyak dibandingkan daerah lain di Indonesia. Hal itu karena tertibnya tata laksana dan administrasi yang ada di Disnakertrans Grobogan.

“Kami termasuk yang difasilitasi dengan paket pelatihan yang lebih banyak dari Kementerian dibandingkan daerah lain. Ada 25 paket pelatihan, tapi karena Inpres itu tadi sekarang tinggal delapan paket,” ujarnya.

Delapan paket pelatihan tersebut di antaranya pembuatan roti dan kue, merias wajah, tata kecantikan rambut, practical office advance, junior design graphic, menjahit pakaian wanita dewasa, pembuatan hiasan bunga dengan mesin bordir dan bahasa Korea dasar untuk pekerja migran.

“Delapan paket pelatihan ini dibuka mulai tanggal 20 Januari – 26 Maret 2025,” tambah Teguh.

Dirinya berharap, kondisi bisa seperti semula sehingga 25 paket pelatihan bisa dilaksanakan kembali, karena hal itu sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Grobogan untuk mendapatkan keterampilan bekerja menuju kewirausahaan yang mandiri.

Tya Wiedya