Kapolrestabes Semarang sebut kenakalan remaja melebihi batas kewajaran bakal ditindak tegas ke proses hukum. Foto: Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dalam menanggulangi maraknya isu kenakalan remaja, Dewan Pendidikan Kota Semarang melakukan dialog bertajuk “Gangster Meresahkan Masyarakat” di aula SMA 1 Negeri Kota Semarang.

Acara ini dihadiri Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Iwan Anwar yang sekaligus menjadi narasumber dalam diskusi edukasi tersebut.

Dialog yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan mendorong tindakan konstruktif ini mempertemukan para Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Kadisdik Kota Semarang, Pakar Kriminolog Unnes dan Kepala Sekolah SMA/SMK se Kota Semarang sebagai audien. Fokus diskusi berkisar pada meningkatnya tren perilaku nakal di kalangan remaja di Semarang, termasuk aktivitas terkait geng, kekerasan, dan gangguan sosial.

Irwan Anwar dalam kesempatan tersebut berbagi wawasan tentang akar penyebab kenakalan remaja, menyoroti faktor-faktor seperti tekanan teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua, dan paparan terhadap pengaruh negatif. Ia menekankan pentingnya pencegahan dini, pendidikan, dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah eskalasi masalah ini lebih lanjut.

“Dalam perspektif pencegahan, kenakalan remaja ini perlu penanganan yang serius, tidak hanya oleh kepolisian tapi seluruh pihak,” ujarnya, Jumat (4/10/2024).

Menurutnya, dalam hal ini sekolah, lingkungan pertemanan, keluarga dan seluruh masyarakat harus bahu membahu untuk membuat stikma kenakalan remaja tidak semakin berkembang.

Dalam kegiatan juga menampilkan presentasi dari para ahli di bidang pembangunan pemuda yang memberikan wawasan mengenai strategi efektif untuk mengatasi kenakalan. Para peserta terlibat dalam diskusi aktif, berbagi pengalaman dan perspektif mereka mengenai isu ini.

Dialog tersebut diakhiri dengan seruan untuk melakukan tindakan kolaboratif, menekankan perlunya orang tua, pendidik, dan lembaga penegak hukum untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi generasi muda Semarang.

Irwan menambahkan, dialog “Gangster Meresahkan Masyarakat” berfungsi sebagai langkah penting untuk mengatasi meningkatnya kekhawatiran kenakalan remaja di Semarang. Hal ini menandai inisiatif penting dalam meningkatkan kesadaran, mendorong dialog, dan membina kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan.

Kapolrestabes Semarang menegaskan bahwa kenakalan remaja yang sudah melebihi batas kewajaran akan ditindak tegas ke proses hukum.

“Kenakalan remaja yang sudah menjurus ke tindak kriminal formulasi penegakannya beragam, yang terbukti kita proses ada 77 orang dari 43 kasus yang kami pidanakan. Dan sisanya yang sifatnya pelanggran kecil kita lakukan pembinaan, dan kita kembalikan ke orang tuanya untuk dilakukan mitigasi,” tambah Irwan.

Menurutnya, dengan upaya berkelanjutan dari semua pihak yang terlibat, kota ini diharapkan dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda dan membangun masyarakat yang lebih aman dan harmonis.

Ning S