KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Meski sempat terdampak Pandemi Covid-19 selama dua tahun, perkembangan kinerja PT BPR BKK Kebumen (Perseroda) selama tiga tahun terakhir semakin membaik.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT BPR BKK Kebumen Sutrisno SE, didampingi Direktur Kepatuhan Dr H Sudiharto SH MH dan Direktur Pemasaran Tarto SE serta Kabag Perekonomian Setda Kebumen Purnowati, Selasa (2/4).
Menurut Sutrisno, pemberian deviden atau laba perusahaan kepada pemegang saham dari BKK Kebumen kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng pada 2022-2023 terus naik. Pada 2022 pihaknya mampu memberikan deviden kepada Pemerintah Rp 6,7 M.
Rinciannya, sebesar Rp 3,4 M diserahkan kepada Pemkab Kebumen, dan Rp 3,3 M kepada Pemrov Jateng. Bahkan pada akhir 2024 PT BPR BKK Kebumen berencana memberikan deviden kepada Pemkab Kebumen sebesar Rp 3,9 M dan ke Pemprov Jateng Rp 3,6 M, sehingga total deviden yang disetorkan pemegang saham senilai Rp 7,5 M.

Sutrisno mengakui, kinerja yang terus membaik tersebut berkat kepercayaan masyarakat. Utama para nasabah penabung, baik tabungan deposito maupun simpanan biasa, serta para peminjam. Bahkan dari 2023 hingga Maret 2024 ini ada penambahan penabung sebanyak 502 nasabah.
Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemkab Kebumen dan Pemrov Jateng atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Bahkan selama tiga tahun terakhir kinerja PT BPR BKK Kebumen selalu meraih penghargaan TOP BUMD.
Menyinggung jumlah simpanan dan deposito yang mengalami penurunan pada Maret 2023, Sutrisno menilai sebagai konsekuensi para nasabah BKK Kebumen menarik dananya untuk persiapan Lebaran. Mengingat, sebagian besar nasabah BKK Kebumen merupakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga petani dan pedagang kecil.
“Bagi nasabah pedagang dan UMKM, saat ini mereka menarik dana untuk stok barang memenuhi kebutuhan lebaran,”imbuh Sutrisno.
Sementara itu Direktur Kepatuhan Sudiharto menyatakan, guna meningkatkan kompetensi dan profesionalitas serta kualitas pelayanan kepada nasabah, PT BPR BKK Kebumen selalu meningkatkan SDM.
Baik melalui jenjang pendidikan formal maupun sertifikasi profesi, seperti pendidikan jenjang karir, pendidikan sertifikasi calon direksi bagi para pejabat eksekutif, sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh perusahaan untuk menerima estafet kepemimpinan mereka sudah siap.
Menurut Sudiharto, PT BPR BKK Kebumen juga dalam tahap peningkatan dan pengembangan layanan nasabah berbasis teknologi digital. Hal ini untuk memberikan kemudahan dan percepatan pelayanan.
Sementara itu Kabag Perekonomian Setda Kebumen Purnowati menambahkan, guna mendorong pertumbuhan skala usaha pelaku UMKM, Pemkab menyediakan subsidi bunga 50 persen bagi para pengambil pinjaman berlatar belakang pengusaha kecil dan UMKM.
Menurut Purnowati, alokasi susbidi bunga bagi UMKM itu Rp 400 juat. Penyalurannya melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kebumen. Tiga bank yang ditunjuk yaitu BPR BKK Kebumen, BKK Provinsi Jateng, dan Bank Kebumen.
Direktur Pemasaran BKK Kebumen Tarto menginformasikan, khusus subsidi bunga nasabah BKK sebesar Rp 350 juta sehingga alokasinya yang terbesar. Selain pelaku UMKM, sasaran subsidi bunga juga kelompok tani. Bahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen.
Komper Wardopo













