blank
Penimbangan sampah di Desa Bandung oleh pengepul dari Demak.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Tibalah saatnya pengambilan sampah oleh pengepul ke seluruh wilayah dampingan Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) Ariyanto Mohammad Toha, pendamping Desa Bandung, Bungu, dan Mayonglor pada hari Sabtu, 30 Desember 2023.

Sampah telah terkumpul di masing-masing tempat yang sudah disepakati oleh peserta Program Keluarga Harapan, Pengurus Kelompok, dan pengepul setiap dua bulan sekali. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai aksi nyata cinta lingkungan dalam bentuk ekonomi yang berbentuk Tabungan Bank Sampah.

blank
Pengepul sedang lakukan penimbangan sampah di Desa Mayonglor.

Ariyanto Mohammad Toha selaku pendamping sosial PKH mengadvokasi kegiatan ini dengan berkolaborasi bersama berbagai pengepul sampah rumah tangga dan limbah minyak goreng (jelantah) dari Demak, Desa Bungu, dan Kudus.

Di Desa Mayonglor dibagi menjadi empat titik pengambilan ; diantaranya : rumah ibu Masriah dusun Karangpanggung, ibu Evi Safitri dusun Krajan, ibu Mawas Sari dusun Bendowangen, dan ibu Istiyaroh dusun Gleget yang pelaksana pengambilannya dilaksanakan oleh pengepul asal Desa Bungu, Ali Muhtarom atau lebih akrab disapa Ali Bagong.

Untuk desa Bandung, pengambilan sampah dilakukan oleh pengepul dari Demak yang akrab disapa oleh Pak Yono. “Hari ini kami melakukan penimbangan sampah peserta PKH bersama Pak Yono, alhamdulillah pengambilan sampah ini dilakukan setiap dua bulan sekali yang setiap kali ditimbang kami mencatatnya dalam buku tabungan bank sampah”, jelas Siti Maesaroh Ketua Kelompok I2/Air Laut Desa Bandung.

“Pengambilan sampah hari ini saya mulai setelah jam 12 siang, itu permintaan dari Ketua Kelompok Desa Mayonglor dan alhamdulillah antusiasnya sangat luar biasa.”, terang Ali Bagong.

blank
Ariyanto Mohammad Toha, Pendamping Sosial PKH sedang melakukan monitoring pengambilan sampah KPM PKH berupa Limbah Minyak Goreng (jelantah) oleh Pengepul dari Kudus

“Sedangkan pengambilan di Desa Bungu akan dijadwalkan setelahnya.”, imbuhnya. “Tiga desa dampingan saya secara kontinu melakukan pengumpulan sampah setiap dua bulan sekali yang pengambilannya dijadwalkan bersama pengepulnya. Khusus untuk sampah limbah minyak goreng (jelantah) dikoordinasikan lebih lanjut dengan minimal pengambilan 50 botol setiap pengambilan mengingat pengepulnya berasal dari Kudus.”ungkap Ariyanto.

Harapannya, KPM PKH memiliki perubahan mindset terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah minyak goreng yang dipelihara secara berkelanjutan. Hal ini seperti terjadi di Desa Singorojo di mana dulunya desa tersebut dampingan Ariyanto yang kini masih konsisten melakukan pengumpulan sampah oleh peserta PKH dan dikerjasamakan dengan Karang Taruna Cakrawala Desa Singorojo.

Hadepe – Arkansa