blank
Tim SAR Banjarnegara tengah mengevakuasi mayat korban pembunuhan dukun penggada uang. Foto : SB/dok Humas Polres

BANJARNEGARA(SUARABARU.ID)-Warga Desa Balun, Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah, dibuat geger dengan penemuan 11 mayat di kebun.

Mereka diduga merupakan korban pembunuhan dukun pengganda uang, Tohari (45) alias Mbah Slamet.

Kepala Desa Balun, Mahbudiono mengatakan, jauh sebelum terungkapnya peristiwa ini, pernah menerima laporan orang hilang dari Palembang.

“Ya pernah menerima laporan) orang hilang sudah sekitar setahun lalu yang dari Palembang, sudah ditangani polisi,” ungkap Mahbudiono.

Selain itu, perangkat desa setempat juga kerap menerima aduan korban yang merasa ditipu Mbah Slamet.

“Pernah juga ada orang menggandakan uang dan akhirnya gagal. Saya pernah ke rumahnya (Mbah Slamet), sama pengadunya, tapi tidak ketemu,” ujarnya.

Jarang Bergaul

“Pengaduan sering melalui perangkat kami, mana kala didatangi tidak ada, susah orangnya,” imbuh Mahbudiono.

Selama ini, pemerintah desa juga tidak mengetahui tamu yang datang ke rumah Mbah Slamet. Karena mereka tidak pernah lapor kalo ada tamu yang datang.

Mahmudiono mengatakan, sosok Mbah Slamet dikenal jarang bergaul dengan warga lainnya. Pihaknya juga tidak mengetahui secara pasti pekerjaan Mbah Slamet.

“Orangnya jarang kelihatan, intinya jarang bermasyarakat. Pekerjaan sesungguhnya juga kurang tahu,” ujar Mahmudiono.

Diberitakan sebelumnya, warga Banjarnegara, Jawa Tengah, digegerkan dengan peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh seorang dukun.

Tersangka nekat membunuh korban berinisial PO (53), warga Sukabumi, Jawa Barat, lantaran kesal terus ditagih. Mayatnya dikubur di kebun Mbah Slamet.

Belakangan ini polisi kembali menemukan 10 mayat yang terkubur di kebun milik Mbah Slamet.

Muharno Zarka