SEMARANG (SUARABARU.ID) – Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Hadi Santoso memandang perlu memaksimalkan program mudik gratis untuk mengurangi mobilitas kendaraan pribadi pada masa arus mudik Lebaran 2023.
Pemaksimalan program mudik gratis ini, menurut Hadi Santoso, sangat penting dalam rangka antisipasi jumlah pemudik yang akan menuju dan melintas Jawa Tengah diperkirakan mencapai 12.992.308 juta orang atau naik 13,38 persen dari total pemudik pada Lebaran 2022 sebanyak 11.459.165 orang.
“Pencabutan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) oleh Presiden pada tanggal 30 Desember 2022, kemudian cuti bersama mulai 19-25 April 2023, bakal terjadi peningkatan jumlah pemudik pada tahun ini,” kata Hadi Santoso, Senin (3/4/2023).

Oleh karena itu, dia memandang penting pemerintah menyebarluaskan informasi program mudik gratis secara kontinu sebelum masa arus mudik Lebaran 2023. Hal ini agar pemudik dari pelbagai daerah di Indonesia memanfaatkan program ini untuk pulang kampung.
Informasi yang diterimanya, pemudik yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya disediakan 297 bus di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada tanggal 17 April 2023.
Dalam hal ini Pemprov Jateng menyiapkan 50 bus, Bank Jateng 45 bus, pemkab/pemkot 85 bus, Jasa Raharja 12 bus, dan Paguyuban Jateng 5 bus dengan tujuan 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Pada tanggal 17 April 2023, lanjut Hadi, Bank Jateng menyiapkan 50 bus untuk pemudik yang berdomisili di Bandung yang akan pulang ke Banyumas dan sekitarnya.
Begitu pula, pemudik yang berdomisili di Medan, Palembang, dan Lampung, disediakan 28 bus terdiri atas 20 bus dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan 8 bus dari PT Sido Muncul.













