blank
Pengunjung menenteng makanan yang sudah dibeli, untuk selanjutnya akan dibuka dan dinikmati setelah saat berbuka nanti. Foto: Widiyartno R,

BULAN puasa sudah hampir memasuki pertengahan bulan. Umat muslim pun sudah menjalani hampir separuh perjalanan ibadah puasa Ramadan ini. Puasa Ramadan memang agak mengubah kebiasaan. Ya, karena seperti ada hal-hal yang seakan menjadi “wajib” ada. Misalnya kolak atau gorengan saat buka puasa.

Pada hari-hari biasa, itu tidak harus ada. Dan, jam makan atau minum pada hari biasa pun lebih bebas. Pada bulan puasa, begitu azan magrib, wajib bagi umat Islam yang berpuasa untuk segera membatalkan puasanya. Biasanya dengan minuman yang manis. Atau yang biasa ditemui adalah kolak atau minuman segar lainnya. Bauu kemudian disusul makanan yang lain.

Pada masa puasa Ramadan ini juga pada menjelang senja, orang-orang pun menanti datangnya magrib. Menunggu datangnya magrib pada bulan puasa ini dikenal dengan istilah ngabuburit.

Kata ini berasal dari Bahasa Sunda, terdiri atas kata ngalantung ngadagoan burit yang maknanya “bersantai menunggu waktu sore”. Kata ngabuburit ini kemudian terserap menjadi istilah yang kita kenal sebagai “menunggu saat berbuka puasa”.

blank
Keramaian Pasar Ramadan di depan Masjid Agung Kauman, di Alun-alun Semarang. Foto: Widiyartono R

Nah, soal ngabuburit ini, memang banyak cara dilakukan. Ada yang di rumah sambal nonton teve, menunggu acara favorit “azan magrib”.