blank
Menikmati suguhan musik sambil menunggu saat berbuka puasa di Pasar Ramasan Alun-alun SMearang. Foto: Widiyartnoo R

Ada yang berkumpul di suatu tempat, dan di sana banyak tersedia makanan-minuman yang bisa dibeli untuk berbuka puasa.

Itu juga yang bisa ditemui di kota Semarang. Keberadaan Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman yang bersejarah, dan di depannya ada Alun-alun Semarang yang baru selesai dibangun. Alun-alun yang pada tahun 1938 diubah menjadi Pasar Yaik itu, kini dikembalikan sebagai alun-alun.

Di bagian bawah alun-alun tersebut ada bunker yang difungsikan untuk para pedagang berjualan pakaian, tas, dan sebagainya.

Kemudian bagian atasnya seperti alun-alun pada umumnya, yaitu ditanami rumput. Tempat ini bisa digunakan untuk aneka kegiatan pula. Kemudian di bagian halaman alun-alun ini merupakan ruang bebas. Selain digunakan untuk tempat parkir kendaraan, pada bulan puasa ini digunakan untuk “Pasar Ramadan”.

Ngabuburit di Sini

Alun-alun Semarang juga diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata religi. Keberadaan Masjid Agung Semarang memang tak bisa dipisahkan dari sejarah Kota Semarang.

Tradisi Semarang dhugdher pada hari menjelang puasa juga berlangsung di sini, yang pada masa lalu di dekatnya ada Kanjengan yang merupakan rumah tinggal dan kantor Bupati Semarang. Tradisi dhugdher itu dipimpin oleh bupati.